Pojokkiri.com

Gus Irfan Buka Suara soal Muktamar NU: Jangan Ada Politik Uang, Jaga Amanah Para Muassis

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf

Surabaya Pojokkiri.com – Bagaimana mewujudkan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang damai, penuh keikhlasan, dan bebas dari kepentingan politik? Pertanyaan tersebut menjadi perhatian Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, yang berharap forum tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia itu kembali berpegang teguh pada nilai-nilai yang diwariskan para pendiri NU.

Menurut Gus Irfan sapaan akrabnya, Muktamar NU seharusnya menjadi ruang musyawarah yang teduh, mengedepankan persaudaraan, serta mengutamakan kepentingan umat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Kepengurusan di lingkungan Nahdlatul Ulama bukanlah jabatan yang layak diperebutkan, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun di hadapan Allah SWT,” tutur Gus Irfan, pada Rabu (01/07/2026).

Ia berharap pelaksanaan muktamar mendatang mampu menghadirkan suasana yang lebih damai, diwarnai keikhlasan para kiai serta seluruh peserta, sehingga keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan jati diri NU sebagai organisasi keagamaan yang mengedepankan akhlak, kebersamaan, dan kemaslahatan umat.

“Harapan saya, muktamar nanti berlangsung dengan suasana yang sejuk. NU harus memperlihatkan jati dirinya sebagai organisasi keagamaan yang menjunjung tinggi keikhlasan. Kepengurusan bukan sesuatu yang diperebutkan, tetapi amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan,” ujar Gus Irfan.

Dalam pandangan Gus Irfan, NU akan semakin kuat apabila seluruh elemen kembali menghidupkan nilai-nilai dasar yang telah diajarkan para muassis atau pendiri organisasi.

Ia mengingatkan bahwa semangat pengabdian, ketulusan, dan persatuan harus menjadi fondasi utama dalam setiap proses regenerasi kepemimpinan. Karena itu, ia berharap seluruh dinamika menjelang muktamar tetap berada dalam koridor etika organisasi dan ukhuwah.

Gus Irfan juga mengajak semua pihak untuk menjaga marwah NU dengan tidak menciptakan kegaduhan yang berpotensi memecah persatuan warga nahdliyin.

Gus Irfan menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menghormati independensi Nahdlatul Ulama dan tidak akan mencampuri proses pemilihan kepengurusan organisasi tersebut.

Menurutnya, Presiden hanya menginginkan agar NU memperoleh pemimpin terbaik melalui mekanisme organisasi yang sehat, tanpa adanya campur tangan pihak luar.

“Presiden Prabowo sangat menghormati Nahdlatul Ulama. Beliau tidak ingin ikut menentukan siapa yang memimpin NU. Yang diharapkan hanyalah agar NU mendapatkan pemimpin terbaik melalui proses yang bermartabat dan sesuai mekanisme organisasi,” katanya.

Menteri Haji dan Umrah juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas selama proses pemilihan kepengurusan. Ia menilai, seorang calon yang benar-benar memiliki kapasitas, integritas, dan diterima warga NU tidak memerlukan praktik politik uang ataupun janji-janji untuk memperoleh dukungan.

Ia berharap seluruh warga nahdliyin bersama-sama meninggalkan praktik-praktik yang dapat mencederai nilai luhur organisasi serta membuka lembaran baru demi masa depan NU yang lebih baik.

“Jika seseorang memang layak memimpin, masyarakat akan memberikan kepercayaan tanpa harus dibangun dengan politik uang ataupun berbagai bentuk pendekatan yang tidak mencerminkan nilai keikhlasan,” ungkapnya.

Di akhir keterangannya, Gus Irfan mengaku prihatin melihat berbagai dinamika yang berkembang menjelang muktamar. Sebagai bagian dari keluarga besar NU, ia berharap seluruh pihak mampu menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi.

Ia mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama menjadikan kepengurusan sebagai amanah untuk mengabdi kepada umat, bukan sebagai simbol kekuasaan ataupun warisan yang diperebutkan.

Menurutnya, apabila semangat tersebut terus dijaga, Nahdlatul Ulama akan tetap menjadi organisasi Islam yang teduh, menyejukkan, serta memberikan manfaat yang luas bagi bangsa, negara, dan umat.

 

Reporter Samsul Arif

Berita Terkait

Ketua PSI Surabaya Apresiasi Peran Besar Muhammadiyah di Milad ke-113

Digembleng Jadi Kader NU Militan , 25 Anggota F-PKB DPRD Jatim Ikuti PKPNU

adminkiri01

Komitmen Tanpa Tawar: Polda Jatim Gempur Peredaran Narkoba Januari–Juni 2025, Selamatkan 1,2 Juta Jiwa