Pojokkiri.com

Trauma Pajak, Pedagang Kuliner Lamongan Sempat Cemberuti Wartawan karena Dikira Petugas Sensus

 

Pedagang kuliner Jalan Veteran Lamongan Kota.(Foto: Zainul Lutfi for Pojok Kiri)

Lamongan, Pojokkiri.com-Ada momen unik sekaligus memprihatinkan saat wartawan Harian Pojok Kiri melakukan liputan mengenai Usaha Kecil Menengah (UKM) kuliner di wilayah Kabupaten Lamongan, baru-baru ini. Beberapa pedagang di Jalan Andanwangi (Kelurahan Sukorejo) dan Jalan Veteran, Kecamatan Lamongan Kota, sempat menyambut wartawan dengan muka masam dan penolakan.

“Bapak dari petugas sensus, ya? Mau tanya-tanya pendapatan ya. Nanti kena pajak,” cetus salah satu pedagang UKM kuliner saat awal ditemui wartawan yang hendak melakukan wawancara untuk bahan berita.

Ketegangan tersebut langsung mencair setelah wartawan Pojok Kiri memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan kedatangannya untuk meliput profil usaha mereka. Pedagang yang semula ketakutan itu pun spontan melempar senyum ramah dan meminta maaf.

“Oh, Bapak dari media ya! Maaf, tadi saya kurang ramah. Saya trauma, saya kira Bapak adalah petugas sensus ekonomi. Yang mendata penghasilan saya ujung-ujungnya kena pajak,” aku pedagang tersebut legah.

Dalam kesempatan itu, pelaku UKM tersebut menumpahkan keluh kesahnya mengenai situasi ekonomi yang kian sulit. Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih berpihak kepada rakyat kecil melalui program pembinaan dan bantuan permodalan, bukan malah membebani mereka dengan pungutan pajak.

“Harusnya, di saat ekonomi sulit seperti saat ini, sensus ekonomi yang menanyakan penghasilan usaha kecil menengah seperti kita itu dibantu. Jangan malah disensus ujung-ujungnya dipajaki. Ada penjual bakso per bulannya bayar pajak Rp 200 ribu ke pemerintah,” keluhnya.(lut)

Editor: Zainul Lutfi