Pojokkiri.com

Kecelakaan Beruntun di Jalan Kenjeran Gegerkan Warga, Pengemudi Mabuk Tabrak Enam Lokasi

Kecelakaan Beruntun di Jalan Kenjeran Gegerkan Warga, Pengemudi Mabuk.

Surabaya, Pojokkiri.comJelang Natal dan Tahun Baru 2025, Kota Surabaya dikejutkan oleh insiden kecelakaan beruntun yang melibatkan pengemudi dalam pengaruh alkohol. Peristiwa ini terjadi pada Senin (23/12/2024) sore di sepanjang Jalan Boulevard Pakuwon City hingga Kenjeran Raya, menciptakan kekacauan di enam titik lokasi kejadian.

Pelaku, SUW, yang mengendarai mobil Mercy hitam, diketahui menabrak sejumlah kendaraan, termasuk sepeda motor dan mobil, hingga mengakibatkan kerusakan parah. Lima orang menjadi korban dalam insiden ini, dua di antaranya mengalami luka serius dan kini dirawat intensif di rumah sakit.

“Mabuk Whiskey di Kafe, Lalu Berulah”
Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Arif Fazlurrahman, mengungkapkan bahwa SUW terbukti mengemudi di bawah pengaruh alkohol. Hasil tes urin menunjukkan kadar alkohol dalam tubuhnya mencapai 0,16 persen, melampaui batas toleransi yang diperbolehkan. “Ini pelanggaran serius. Tersangka mabuk setelah mengonsumsi whisky di sebuah kafe di Surabaya Timur, meskipun kafe itu tidak memiliki izin menjual alkohol,” jelas AKBP Arif.

SUW sendiri mengakui kesalahannya. “Saya sangat menyesal atas perbuatan saya dan siap bertanggung jawab,” ucapnya saat diperiksa. Namun, penyesalan ini tidak menghapus ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara yang kini membayanginya.

“Zero Missed Driving” Jadi Komitmen Polisi
Insiden ini memantik perhatian serius dari pihak kepolisian. “Kami berkomitmen menjadikan Surabaya sebagai kota bebas pengemudi ugal-ugalan, terutama yang berada di bawah pengaruh alkohol,” tegas AKBP Arif. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengendarai kendaraan dalam kondisi mabuk, terlebih saat periode libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru.

Kecelakaan ini tidak hanya merugikan korban, tetapi juga menyisakan trauma bagi para saksi di lokasi kejadian. Banyak yang mengecam tindakan sembrono SUW, yang dianggap membahayakan nyawa orang lain.

Pelajaran Bagi Semua Pengendara
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dan bertanggung jawab saat berkendara. “Jangan pernah menganggap remeh bahaya mengemudi dalam pengaruh alkohol. Hal ini bisa berujung pada tragedi besar,” tambah AKBP Arif.

Hingga kini, polisi masih terus mendalami kasus ini, termasuk mengumpulkan bukti tambahan untuk menjerat tersangka dengan pasal yang paling tepat. Insiden ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pengendara untuk selalu mengutamakan keselamatan di jalan raya.