Pojokkiri.com

Jelang Natal Dan Tahun Baru 2025, Harga Kebutuhan Pokok di Dua Pasar di Lamongan Relatif Stabil

Kepala UPT Pasar Sidoharjo Riyanto, SH (kanan) bersama Kepala UPT Pasar Rakyat Sidomulyo Lamongan, Ragil Puji Waluyo, SE (kiri).(Pojok Kiri/Zainul Lutfi)

Lamongan, Pojok Kiri.com-Momen Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Pasar Sidoharjo dan Pasar Rakyat Sidomulyo terus menggelar monitoring harga harian dipasar dalam naungan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kabupaten Lamongan tersebut.

Kegiatan ini bertujuan memantau perkembangan harga komoditas pangan guna menjadi bahan rekomendasi stabilisasi pasokan dan harga di wilayah kedua pasar tersebut.

Kepala Pasar Sidoharjo Riyanto, SH dan Kepala Pasar Rakyat Sidomulyo, Ragil Puji Waluyo,SE menyampaikan bahwa harga kebutuhan pokok di penghujung tahun 2024 cenderung stabil.

“Berdasarkan hasil pemantauan, sebagian besar harga komoditas pangan tidak mengalami lonjakan signifikan, bahkan ada beberapa yang turun,” kata Riyanto dan Ragil Puji Waluyo, Selasa (31/12/2024).

Riyanto dan Ragil Puji Waluyo merinci beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain minyak goreng kemasan dari Rp.17.611/liter menjadi Rp.17.555/liter, daging ayam ras dari Rp.34.778/kg menjadi Rp.34.667/kg, serta cabai merah besar dari Rp.51.502/kg menjadi Rp.50.000/kg.

“Penurunan ini menunjukkan pasokan pangan di Kota Lamongan relatif aman dan terkendali,” tambahnya.

Namun, ada pula komoditas yang mencatatkan kenaikan, seperti beras medium dari Rp.12.697/kg menjadi Rp.12.700/kg dan cabai rawit merah dari Rp.60.278/kg menjadi Rp.62.880/kg. Ridwan menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit merah dipengaruhi oleh faktor cuaca yang kurang mendukung serta meningkatnya permintaan.

“Faktor cuaca memang menjadi tantangan utama dalam stabilisasi harga cabai,” ucapnya.

Menurut Riyanto dan Ragil Puji Waluyo, Pemda Lamongan telah mengambil langkah preventif dengan melakukan pemantauan rutin baik di tingkat konsumen maupun grosir. Pihaknya juga terus melakukan analisis harga harian untuk mendeteksi dini apabila diperlukan intervensi terhadap komoditas tertentu.

Selain itu, Riyanto dan Ragil Puji Waluyo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. “Pasokan bahan pangan di Kabupaten Lamongan dalam status aman. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir,” tegas mereka.(lut)