
Surabaya, Pojokkiri.com — Sebuah peristiwa mengharukan terjadi di Masjid Nurul Islam yang terletak di Jl. Batang Binangun VIII No. 14, Surabaya. Seorang pria lanjut usia bernama Umar, yang selama ini dikenal sebagai marbot masjid tersebut, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar mandi masjid.
Peristiwa ini pertama kali dilaporkan melalui Command Center sekitar pukul 20:10 WIB dan mendapat respon cepat dari petugas yang tiba di lokasi 15 menit kemudian. Saat itu, jenazah sudah berada dalam posisi tak bernyawa di kamar mandi masjid, dan langsung dilakukan tindakan sesuai prosedur oleh tim gabungan.
Umar, pria berusia 66 tahun, berasal dari Dusun Babatan, Sidomekar, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember. Beliau diketahui tinggal dan mengabdikan diri sebagai marbot di Masjid Nurul Islam, tanpa tempat tinggal tetap di Surabaya.
Menurut keterangan saksi bernama Djoko Nugroho (61), warga sekitar yang tinggal di Ngagel Dadi 1-G/4, Wonokromo, “Umar memang sehari-hari menjalani aktivitasnya di masjid tersebut,” tutur Djoko, pada Senin (09/06/2025).
Begitu laporan diterima, tim dari BPBD Kota Surabaya bersama Dinas Sosial, Posko Terpadu Timur, dan personel Polsek Gubeng langsung bergerak cepat untuk mengamankan lokasi. Setelah proses pengumpulan data awal, tim Inafis dari Polrestabes Surabaya datang dan melakukan identifikasi jenazah sesuai prosedur.
Evakuasi jenazah dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, Dinas Sosial, dan jajaran Posko Terpadu Timur. Selanjutnya, jenazah dibawa ke kamar jenazah RS Bhayangkara menggunakan armada ambulans milik Dinas Sosial. Pihak keluarga almarhum pun telah dihubungi untuk mendampingi proses lanjutan di rumah sakit.
Meninggalnya Umar tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat sekitar masjid yang mengenalnya sebagai sosok yang ikhlas dan berdedikasi. Selama hidupnya, Umar menjalani peran mulia menjaga dan merawat masjid tanpa mengeluh meski hidup dalam keterbatasan.
Kehadirannya yang sederhana namun berarti di tengah-tengah jamaah akan dikenang dengan rasa hormat.
Penanganan kejadian ini melibatkan banyak pihak yang bekerja secara kolaboratif dan cepat, di antaranya: DINAS SOSIAL KOTA SURABAYA, POSKO TERPADU TIMUR, POS PANTAU PANJANG JIWO, BPBD KOTA SURABAYA, POLSEK GUBENG dan INAFIS POLRESTABES SURABAYA.
Kematian Umar mengingatkan kita semua akan pentingnya kepedulian terhadap sesama, terlebih kepada mereka yang diam-diam mengabdikan hidup untuk masyarakat tanpa banyak dikenal. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.
Reporter Samsul Arif.

