Pojokkiri.com

IMM Lamongan Gelar Aksi Tolak Kenaikan Tunjangan DPR, Tuntut Revolusi Polri

 

Mahasiswa IMM PC Lamongan berhadap hadapan dengan anggota Polres Lamongan di Gedung DPRD Lamongan.(Foto: Pojok Kiri/Zainul Lutfi)

 

Lamongan, Pojok Kiri.com-Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Lamongan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Lamongan, Minggu (31/8/2025).

Sejak siang, massa aksi berdatangan dengan membawa spanduk dan poster berisi tuntutan serta kritik terhadap pemerintah dan DPR RI. Mereka berorasi secara bergantian, menyuarakan keresahan masyarakat terkait berbagai persoalan nasional maupun daerah.

Dalam sikap resminya, PC IMM Lamongan menolak kenaikan tunjangan DPR di tengah kondisi ekonomi nasional yang sedang melemah. Mereka juga menyatakan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan DPR. Selain itu, IMM menuntut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mundur dari jabatannya karena dianggap gagal memimpin, serta mendesak pencopotan dan pengadilan yang adil bagi seluruh oknum aparat yang terlibat dalam tindakan represif maupun pelanggaran HAM.

IMM juga menyerukan agar segera dilakukan revolusi di tubuh Polri dengan membersihkan budaya represif, menghapus imunitas, dan mengembalikan mandat Polri sebagai pelindung rakyat.

Aksi serupa tidak hanya terjadi di Lamongan, melainkan juga digelar serentak di sejumlah wilayah Indonesia. Mahasiswa menyebut gerakan tersebut sebagai konsolidasi nasional untuk merespons berbagai kebijakan yang dianggap tidak pro-rakyat, terutama terkait undang-undang bermasalah serta kenaikan tunjangan anggota DPR RI.

Ketua DPRD Kabupaten Lamongan, Fredi Wahyudi, bersama beberapa anggotanya turun langsung menemui massa aksi. Kehadiran mereka disambut riuh mahasiswa yang mendesak agar aspirasi tersebut benar-benar disampaikan ke pemerintah pusat.(lut)