Pojokkiri.com

Akselerasi Pembangunan, Bupati Gus Yani Resmi Buka TMMD Ke 128 

Gresik, pojokkiri.com

Pemerintah Kabupaten Gresik bersama TNI secara resmi memulai program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 sebagai langkah percepatan pembangunan wilayah pedesaan. Kegiatan tersebut ditandai dengan upacara pembukaan yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Gresik, Rabu (22/4/2026).

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, memimpin langsung jalannya upacara sekaligus menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi lintas sektor. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur Forkopimda menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan di wilayah yang masih membutuhkan perhatian lebih.

“TMMD ini menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami optimistis, melalui kerja sama yang solid, pembangunan di desa bisa dipercepat dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Program TMMD ke-128 kali ini dipusatkan di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, dengan durasi pelaksanaan selama 30 hari. Fokus kegiatan mencakup pembangunan fisik seperti perbaikan jalan lingkungan, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), serta rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Selain itu, kegiatan non-fisik seperti penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat juga menjadi bagian penting dari program ini.

Bupati yang akrab disapa Gus Yani tersebut juga menyoroti target besar Pemerintah Kabupaten Gresik dalam menuntaskan persoalan RTLH pada tahun 2028. Saat ini, masih terdapat sekitar 2.000 unit rumah yang masuk kategori tidak layak huni dan menjadi prioritas penanganan.

“Melalui TMMD dan program daerah lainnya, kami terus berupaya menekan angka RTLH. Harapannya, dalam dua tahun ke depan seluruhnya bisa terselesaikan,” tegasnya.

Sementara itu, Dandim 0817/Gresik, Fadly Subur Karamaha, menjelaskan bahwa TMMD merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara menyeluruh. Ia menambahkan, sasaran fisik tidak hanya terbatas pada infrastruktur dasar, tetapi juga menyentuh sektor pertanian melalui normalisasi saluran air dari waduk ke area persawahan.
Selain pembangunan RTLH, program ini juga mencakup renovasi tempat ibadah sebagai bagian dari pendekatan sosial dan spiritual kepada masyarakat.

Untuk mengoptimalkan waktu pelaksanaan, pihaknya telah melaksanakan tahapan Pra-TMMD guna mempercepat proses pekerjaan di lapangan. Langkah ini dinilai efektif dalam memastikan seluruh target dapat diselesaikan tepat waktu.

“Dengan volume pekerjaan yang cukup besar, kami lakukan percepatan melalui pra-TMMD. Prinsipnya, seluruh sasaran harus rampung tanpa sisa,” ungkapnya.

Pemilihan Desa Slempit sebagai lokasi TMMD didasarkan pada hasil kajian tingkat kesejahteraan dan kondisi infrastruktur wilayah. Desa tersebut dinilai masih membutuhkan sentuhan pembangunan agar dapat sejajar dengan desa lain di Kabupaten Gresik.

Melalui program TMMD ke-128 ini, diharapkan Desa Slempit mampu menjadi contoh keberhasilan pembangunan desa berbasis kolaborasi, sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. (Dyo)