Pojokkiri.com

Warung Barongan, Tempat Ngopi Legendaris dan Favorit Pejabat Lamongan

 

Bu Lia melayani pembelinya di Warkop Barongan belakang lapangan tenis Perkim Lamongan.(Pojok Kiri/Zainul Lutfi)

Lamongan, Pojok Kiri.com-Warung Barongan yang berada di belakang lapangan tenis Kantor Perumahan Rakyat dan Permukiman Lamongan, Jalan Kisarmidi Mangun Sarkoro, menjadi salah satu warung kopi legendaris di kawasan Kota Lamongan. Warga setempat bahkan menyebut, bila orang Lamongan Kota tidak tahu lokasi warung ini, berarti “ngopinya kurang jauh”.

Warung yang berdiri sejak 2015 atau sekitar sepuluh tahun lalu ini dikenal sebagai tempat berkumpulnya berbagai kalangan penting di Lamongan. Mulai dari polisi, tokoh LSM, PNS, hingga sejumlah pejabat. Saat ada pertandingan tenis di lapangan Perkim, para pejabat teras Lamongan pun kerap mampir untuk menikmati kopi di warung ini.

Warung Barongan Bu Lia yang sangat sederhana dan suasananya sahdu.(Pojok Kiri/Zainul Lutfi)

“Dulu, waktu Bupati Lamongan masih dijabat almarhum Pak Fadeli, setiap selesai latihan tenis beliau sering ngemil dan ngopi di sini,” ujar Bu Lia, pemilik Warung Basecamp Barongan, saat ditemui Wartawan Pojok Kiri di warungnya, Kamis (4/12/2025) pagi.

Tak hanya itu, Bupati Lamongan saat ini, Yurohnur Efendi, juga kerap menikmati kopi racikan Bu Lia. “Kalau ada event tenis di lapangan Perkim, Pak Bupati sering pesan kopi di sini. Biasanya yang membelikan ajudannya,” tambah Bu Lia sambil tertawa bangga.

Selain kopi, warung ini juga menyediakan mie goreng, mie rebus, camilan, dan menu favorit pelanggan yaitu nasi bungkus. Beberapa pilihan menu nasi bungkus yang dijual antara lain ikan dadar bumbu pecel, bali telur, hingga bali daging. Semua dibanderol dengan harga terjangkau, yakni Rp10.000 per bungkus.

Ketika ditanya soal omzet, Bu Lia hanya tersenyum merendah. “Alhamdulillah mas, bisa untuk makan sehari-hari,” ujarnya.

Jam ramai warung biasanya terjadi pada pukul 12.15 WIB, saat waktu istirahat kantor. Banyak pegawai dan PNS di sekitar lokasi yang datang untuk makan siang, baik membeli nasi bungkus maupun memesan mie goreng atau rebus campur telur.

Meski sederhana, Warung Barongan tetap menjadi tempat istimewa dengan citra yang tak tergantikan—tempat di mana kopi, obrolan hangat, dan kisah para tokoh Lamongan melebur dalam satu meja.(lut)