
Surabaya, Pojokkiri.com –
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi kepada Tim Kesenian Reog Kyai Lodra yang berhasil meraih Juara Umum Festival Reog Ponorogo Nasional XXXI Piala Presiden, belum lama ini.
Apresiasi berupa piagam penghargaan dan uang pembinaan senilai Rp 40 juta diserahkan saat Gubernur Khofifah menerima tim tersebut di Gedung Negara Grahadi Surabaya, pada Jumat (19/6/2026).
Selain itu, seluruh anggota tim yang terlibat dalam pertunjukan juga menerima bantuan pembinaan sebesar Rp1 juta per orang. Ini sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka menjaga dan mengembangkan warisan budaya daerah.
Tidak hanya menyabet gelar juara umum, Tim Reog Kyai Lodra juga memborong tiga penghargaan bergengsi lainnya, yaitu Penyaji Terbaik, Penata Tari Terbaik, dan Penata Musik Terbaik.
Dalam sambutannya, Khofifah menyebut prestasi ini sebagai bukti bahwa kesenian tradisional Jawa Timur memiliki kualitas terbaik dan mendapat pengakuan nasional.
“Keberhasilan ini lahir dari kerja keras, semangat berkarya, serta kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa yang terus dijaga dan dikembangkan,” ujar Khofifah.
Ia juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan dan regenerasi seniman muda agar kesenian tradisional tetap hidup dan relevan di era modern.
“Selamat kepada Kyai Lodra yang telah meraih juara umum. Prestasi ini membuktikan kesenian tradisional Jawa Timur mampu tampil kompetitif dan menjadi yang terbaik di tingkat nasional. Ini hasil kerja keras, dedikasi, dan cinta generasi muda terhadap budaya bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Reog Kyai Lodra Joko Winarko menyampaikan, keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi maestro seni, akademisi, hingga guru seni yang mendampingi proses latihan.
Ia menambahkan, Kyai Lodra juga menjadi wadah pembelajaran dan regenerasi. Sejumlah pelajar SMK Negeri 12 Surabaya, mahasiswa Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta, serta siswa SMK Hang Tuah turut ambil bagian hingga tim meraih prestasi membanggakan ini.(*/ady)

