Pojokkiri.com

Misteri Gapura Paduraksa Kantor Pemda Lamongan Roboh Dihantam Puting Beliung, Picu Beragam Tafsir Warga

 

Kapolsek Lamongan Kota Kompol M.Fadelan mendatangi TKP robohnya Gapura Paduraksa belakang Kantor Pemda Lamongan.(Pojok Kiri/Zainul Lutfi)

Lamongan, Pojok Kiri.com-Gapura Paduraksa di bagian belakang Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Lamongan roboh setelah dihantam angin puting beliung pada Senin (22/12/2025) petang. Peristiwa tersebut menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Lamongan.

Bangunan megah yang roboh itu diketahui merupakan bagian dari kompleks gedung Pemda Lamongan yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp151 miliar. Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui skema proyek multi-years sejak 2017 hingga 2019.

Robohnya gapura tersebut memunculkan beragam tafsir di kalangan warga. Salah satunya datang dari seorang praktisi supranatural asal Lamongan berinisial MT yang menghubungi wartawan Pojok Kiri pada Selasa (23/12/2025) pagi.

Dalam perbincangan via telepon, MT mengaku telah membaca pemberitaan Pojok Kiri terkait peristiwa tersebut. Ia kemudian menyampaikan pandangannya dengan sudut pandang supranatural. Bila ditulis disini ada beberapa orang akan tersinggung.

“Kayaknya robohnya Gapura Paduraksa ini tanda-tanda alam. Ada awan hitam,” ujar MT dengan analisis khasnya sebagai praktisi supranatural.

Namun, pandangan tersebut langsung disanggah oleh wartawan Pojok Kiri dengan merujuk pada dalil agama. Dalam ajaran Islam, praktik meramal atau mempercayai ramalan termasuk perbuatan yang dilarang dan dapat masuk dalam kategori syirik, karena perkara gaib sepenuhnya merupakan kehendak dan pengetahuan Allah SWT.

Hingga kini, robohnya Gapura Paduraksa dipastikan sebagai dampak cuaca ekstrem berupa angin puting beliung yang melanda wilayah Lamongan. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerusakan bangunan menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk segera ditangani.(lut)