
Surabaya Pojokkiri.com – Salah satu pelaku usaha di kawasan pusat batu akik Surabaya pada Senin pagi. Di saat aktivitas kota baru saja dimulai, kobaran api justru melahap Toko Asrifan Permata Akik yang berlokasi di Jalan Kayoon 26 Surabaya.
Peristiwa yang terjadi saat toko masih tertutup rapat itu menyisakan duka mendalam bagi pemiliknya, mengingat kerugian yang ditafsirkan mencapai puluhan juta rupiah.
Suasana tenang di kawasan Jalan Kayoon mendadak berubah menjadi kepanikan sekitar pukul 07.15 WIB. Seorang saksi mata Rosuli yang tengah bersiap membuka warung di sekitar lokasi kejadian, dikagetkan oleh teriakan rekan-rekannya yang melihat kejanggalan pada bangunan toko milik Nuri Fansyah tersebut.
“Awalnya saksi hanya melihat kepulan asap tipis yang merayap keluar dari celah atas bangunan. Namun, dalam hitungan menit, asap hitam mulai menebal dan menyelimuti area sekitar,” tuturnya.
Menyadari adanya bahaya besar yang mengancam, saksi beserta warga lainnya bergerak cepat mencoba menyelamatkan situasi sebelum api menjalar lebih luas ke bangunan di sekitarnya.
Iptu Vian Wijaya selaku Kanit Reskrim Polsek Genteng Surabaya menjelaskan bahwa warga sempat melakukan upaya darurat untuk mengakses titik api. Dengan menggunakan alat seadanya berupa linggis, pintu rolling door toko terpaksa dibuka secara paksa agar tim pemadam kebakaran nantinya bisa langsung menuju sumber panas di dalam ruangan yang terkunci.
Kerja sama yang solid antara warga dan petugas patut diapresiasi dalam insiden ini. Segera setelah menerima panggilan darurat, armada Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya tiba di lokasi hanya dalam waktu lima menit.
Kecepatan respon ini menjadi kunci utama sehingga api tidak sempat merembet ke toko-toko permata lainnya yang berdiri berdampingan di sepanjang Jalan Kayoon.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan serta keterangan dari para saksi, musibah ini diduga kuat dipicu oleh adanya gangguan pada instalasi listrik. Percikan api ditengarai berasal dari korsleting kabel pompa air yang berada di dalam toko.
Kondisi kabel yang kemungkinan mengalami aus atau beban berlebih memicu panas hingga membakar material mudah terbakar di sekitarnya.
Tepat pada pukul 07.35 WIB, petugas berhasil menjinakkan si jago merah. Meski api sudah tidak terlihat, tim gabungan pemadam kebakaran tetap melakukan proses pembasahan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan di tengah cuaca pagi yang mulai terik.
Beruntung, musibah ini tidak memakan korban jiwa maupun luka-luka karena posisi toko memang dalam keadaan kosong. Namun, bagi Nuri Fansyah selaku pemilik yang merupakan warga asli Tambaksari, kejadian ini tetap merupakan cobaan yang berat. Koleksi batu permata dan sarana usaha yang dikumpulkannya dengan kerja keras kini harus berselimut abu dan kerusakan.
Iptu Vian Wijaya menegaskan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan total kerugian dan detail teknis penyebab kebakaran.
Pihak kepolisian juga menghimbau kepada para pemilik usaha di Surabaya agar rutin mengecek instalasi kelistrikan, terutama saat meninggalkan toko dalam keadaan kosong guna menghindari risiko serupa di masa mendatang.
Reporter Samsul Arif.

