
Lamongan, Pojok Kiri.com-Terendamnya jembatan permanen penghubung desa di Dusun Mediyeng, Desa Ketapang Telu, Kecamatan Karangbinangun, akibat banjir membuat aktivitas warga sempat lumpuh.
Menghadapi kondisi tersebut, warga desa yang mayoritas berprofesi sebagai petambak sukses ini tak tinggal diam. Dengan dukungan perangkat desa, warga berinisiatif mencari solusi agar akses penghubung antarwilayah tetap bisa digunakan.
Solusi yang diterapkan terbilang sederhana namun efektif. Warga memasang gedek kluntung atau gedek bambu tebal di atas jembatan permanen. Setiap satu meter dipasang bambu secara sejajar, kemudian diikat kuat pada pembatas jembatan berbahan besi di sisi kanan dan kiri.
“Alhamdulillah jembatan darurat bisa digunakan untuk aktivitas warga. Semoga banjir cepat surut,” ujar Baihaqi, warga setempat, saat melaporkan pembangunan jembatan darurat tersebut kepada Wartawan Pojok Kiri melalui sambungan telepon, Rabu (14/1).
Ia menambahkan, proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong dengan peralatan seadanya. “Alhamdulillah akhirnya bisa selesai. Walaupun dengan alat seadanya, jembatan ini akhirnya bisa difungsikan,” tuturnya.
Keberadaan jembatan darurat ini sangat membantu mobilitas warga, terutama untuk aktivitas ekonomi dan kebutuhan sehari-hari, sembari menunggu banjir surut dan kondisi kembali normal.(lut)
Editor: Zainul Lutfi
Sumber:www.pojokkiri.com dan Koran Harian Pojok Kiri

