
Lamongan, Pojok Kiri.com-Luapan Sungai Bengawan Jero yang dipicu tingginya debit air sejak Senin malam kembali menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Lamongan. Hingga Selasa pagi, sedikitnya lima kecamatan dilaporkan terdampak dengan ketinggian air bervariasi antara 5 hingga 70 sentimeter, menggenangi permukiman warga, jalan desa, lahan pertanian, tambak ikan, serta sejumlah fasilitas umum, Selasa (14/1/2026).
Kecamatan Turi
Di Kecamatan Turi, banjir melanda sembilan desa, yakni Kepudibener, Pomahanjangan, Kemlagilor, Putatkumpul, Bambang, Kemlagigede, Karangwedoro, Turi, dan Tawangrejo. Genangan air setinggi 5–40 cm merendam jalan poros desa dan jalan lingkungan dengan total panjang beberapa kilometer.
Selain itu, ratusan rumah warga terendam, terutama di Desa Kepudibener (144 rumah), Putatkumpul (100 rumah), dan Pomahanjangan (65 rumah). Luapan air juga menggenangi lebih dari 700 hektare tambak ikan, serta sejumlah fasilitas pendidikan seperti MI, SD, MA, dan PAUD.
Kecamatan Karangbinangun
Banjir di Kecamatan Karangbinangun berdampak pada enam desa, yaitu Ketapangtelu, Somowinangun, Sukorejo, Waruk, Karanganom, dan Blawi. Ketinggian air rata-rata mencapai 10–30 cm.
Sebanyak 354 rumah warga tergenang, dengan dampak terparah di Desa Ketapangtelu (118 rumah). Selain permukiman, banjir juga merendam lebih dari 1.400 hektare lahan pertanian, jalan poros desa, jalan lingkungan, serta fasilitas umum seperti masjid, MI, TPQ, dan lembaga pendidikan keagamaan.
Kecamatan Glagah
Di Kecamatan Glagah, luapan Bengawan Jero dan Bengawan Solo menyebabkan satu titik jalan poros terputus sementara di depan Gapura Dusun Grobokan, Desa Gempolpendowo. Meski masih dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, genangan air setinggi 30 cm mengganggu arus lalu lintas.
Data sementara mencatat 748 rumah di tujuh desa terendam banjir, antara lain Desa Soko, Pasi, Gempolpendowo, Morocalan, Rayunggumuk, Menganti, dan Margoanyar. Selain itu, banjir juga merendam sekitar 739 hektare lahan sawah dan tambak di delapan desa.
Sejumlah fasilitas umum terdampak, termasuk masjid, mushola, sekolah, balai desa, polindes, dan rumah sehat.
Kecamatan Deket
Banjir juga meluas ke Kecamatan Deket, tepatnya di Desa Sidomulyo, Weduni, Tukkerto, dan Laladan. Ketinggian air berkisar antara 3–40 cm, merendam ribuan meter jalan poros dan jalan lingkungan.
Sebanyak lebih dari 1.200 rumah warga tergenang, disertai dampak pada fasilitas pendidikan seperti TK, PAUD, SD, dan MI.
Kecamatan Kalitengah
Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Kecamatan Kalitengah. Di Desa Bojoasri, ketinggian air mencapai 60–70 cm, merendam sekitar 260 rumah warga, jalan poros desa, serta 290 hektare tambak ikan.
Secara keseluruhan, banjir di Kecamatan Kalitengah berdampak pada sembilan desa, yakni Bojoasri, Blajo, Mungli, Pucangtelu, Pucangro, Gambuhan, Tiwet, Somosari, dan Jelakcatur. Ribuan rumah warga, ratusan hektare tambak ikan, serta puluhan fasilitas umum seperti sekolah, poskesdes, perpustakaan, dan gedung layanan masyarakat terendam banjir.
Hingga saat ini, aparat pemerintah desa bersama unsur kecamatan dan relawan terus melakukan pemantauan kondisi air serta pendataan dampak lanjutan. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan, mengingat curah hujan di wilayah hulu masih relatif tinggi.(lut)

