
Lamongan, Pojok Kiri.com-Imbas viralnya pemberitaan Harian Pagi Pojok Kiri terkait merebaknya Flu Super 100 Hari di Gang Mlaten, Kelurahan Jetis, Kecamatan/Kabupaten Lamongan, Dinas Kesehatan setempat langsung melakukan langkah cepat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Lamongan menerjunkan tiga tenaga kesehatan berupa perawat, bidan dari Puskesmas Lamongan Kota, serta Kader Posyandu Kelurahan Jetis untuk memantau kondisi warga yang terserang Flu 100 Hari.
Petugas medis melakukan kunjungan langsung ke rumah Rissyah, warga RT 02 RW 03 Gang Mlaten, yang satu keluarganya terdiri dari empat orang mengalami gejala Flu 100 Hari. Selain itu, petugas juga mendatangi rumah Yuliati, warga RT 04 RW 03 Kelurahan Jetis.

Pantauan Pojok Kiri di lokasi, petugas Puskesmas Lamongan Kota langsung melakukan pendataan terhadap warga yang terjangkit flu yang diduga menyebar melalui interaksi antar manusia tersebut.
Petugas juga menanyakan gejala awal yang dirasakan oleh para penderita. Salah satu petugas medis terlihat mencatat jumlah anggota keluarga yang sakit serta menggali informasi terkait keluhan kesehatan yang dialami.
“Dari penuturan Ibu Yuliati, di RT 04 RW 03 terdapat sekitar 7 kepala keluarga (KK) yang terserang Flu 100 Hari,” ungkap Yuliati kepada petugas.
Sementara itu, di lingkungan Rissyah, RT 02 RW 03, tercatat sebanyak lima kepala keluarga yang mengalami gejala serupa.
Rissyah menjelaskan, gejala awal Flu Super 100 Hari yang dirasakan warga antara lain demam, nyeri tulang, disertai batuk dan pilek.
“Kalau sudah berat, saat bangun pagi beberapa warga seperti mengalami gejala stroke, kesulitan untuk berjalan,” jelasnya.

Petugas Puskesmas Lamongan Kota, Heri, saat dikonfirmasi di rumah Rissyah mengatakan bahwa kasus ini merupakan yang pertama kali terjadi di Lamongan.
“Kasus ini baru pertama kali terjadi di Lamongan,” ujar Heri.
Ia menambahkan, informasi awal mengenai dugaan flu super tersebut diperoleh dari pemberitaan di web dan Koran Harian Pojok Kiri. Namun demikian, pihaknya belum dapat memastikan jenis penyakit tersebut.
“Kami belum bisa memastikan karena warga tidak melakukan pemeriksaan awal di Puskesmas Lamongan Kota. Perawatannya dilakukan di BP Muhammadiyah. Setelah ini kami akan melakukan cross check ke BP Muhammadiyah untuk mengetahui diagnosa awalnya,” tandasnya.
Pantauan wartawan Pojok Kiri, kegiatan pemantauan diakhiri dengan pendataan lanjutan jumlah kepala keluarga yang terdampak Flu Super 100 Hari oleh petugas Puskesmas Lamongan Kota bersama Kader Posyandu Kelurahan Jetis.(lut)
Editor: Zainul Lutfi
Sumber: WWW.POJOK KIRI.COM DAN KORAN HARIAN PAGI POJOK KIRI

