
Lamongan, Pojok Kiri.com-Bagi para peziarah yang melintasi jalur poros nasional Lamongan-Gresik, terdapat satu titik singgah religi yang menawarkan suasana berbeda. Makam Syekh Hisamuddin, atau yang lebih dikenal masyarakat setempat sebagai Mbah Sinuwun atau Sunan Deket, kini menjadi alternatif kunjungan bagi masyarakat yang ingin berziarah sekaligus mencari ketenangan.
Pewaris Dakwah Sunan Ampel
Syekh Hisamuddin bukanlah sosok sembarangan dalam sejarah Islam di Jawa. Beliau merupakan putra dari Sunan Ampel dan Dewi Murtasiah, menjadikannya saudara ipar dari Sunan Giri. Sebagai tokoh penting dalam penyebaran Islam di wilayah Lamongan, makam beliau kini menjadi simbol peradaban Islam yang dihormati secara turun-temurun.
Oase Teduh di Pinggir Jalur Nasional
Berlokasi di Desa Deket Wetan, Kecamatan Deket, makam ini terletak hanya sekitar 500 meter ke arah timur dari pertigaan Deket. Berbatasan langsung dengan rel kereta api di sisi utara, kompleks makam ini justru menawarkan kontras yang menarik dari hiruk-pikuk jalan raya.
Pengunjung akan disambut dengan area yang sangat teduh, rimbun oleh pohon-pohon besar, dan tetap terjaga keasliannya. Suasana “orisinil” ini memberikan kenyamanan ekstra bagi keluarga yang ingin melakukan wisata religi dengan suasana yang sejuk dan asri.

Akses Mudah dan Terjangkau
Hingga saat ini, pengunjung yang ingin berziarah tidak dipungut biaya masuk alias gratis, dengan opsi infak seikhlasnya untuk pemeliharaan area makam. Meski fasilitas penunjang seperti pedagang makanan masih tergolong minim, aksesibilitasnya yang sangat dekat dengan jalan raya utama menjadikannya lokasi yang sangat strategis.
Keberadaan Makam Sunan Deket ini memperkuat posisi Kabupaten Lamongan sebagai salah satu pusat Wisata Religi di Jawa Timur yang patut dikunjungi selain Makam Sunan Drajat.
Apakah Anda memerlukan panduan rute perjalanan mendetail atau informasi mengenai jadwal kegiatan haul di Makam Sunan Deket untuk merencanakan kunjungan?
Banyak sekali wisata religi yang berada di kota lamongan, tapi jarang sekali masyarakat yang mengetahuinya yaitu makam Syekh Hisamuddin atau biasa dikenal Mbah Sinuwun. Kondisi makam juga masih sangat baik dan terawat, meski fasilitas yang ada masih minim termasuk juga minim pedagang makanan.
Keotentikan tempat ini juga masih terjaga, jalan setapak dan bangunan yang ada di sekitar makam pun sangat orisinil.(lut)
Editor:Zainul Lutfi
Sumber:www .pojokkiri.com dan Koran Harian Pagi Pojok Kiri

