Pojokkiri.com

Bukti Daya Saing Global, 10 Produk IKM Sampang Siap Ekspor Ke Maldives 

Pojokkiri.com, – SAMPANG – Di tengah berbagai keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten Sampang terus membuktikan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) lokal binaan Pemkab Sampang kini resmi dilirik pasar internasional setelah 10 produk unggulan lolos kurasi untuk dipromosikan ke Maldives (Maladewa).

PLT. Kadiskopindag Sampang, Syamsul Bahri, .Si,.M.M menegaskan, capaian ini merupakan wujud nyata pelaksanaan visi Pemkab Sampang di bawah kepemimpinan Bupati H. Slamet Junaidi dan Wakil Bupati H. Akhmad Mahfudz dalam menciptakan ekonomi daerah yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing.

Kabar baik ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sampang, Syamsul Bahri, S.Si., M.M. Ia menegaskan, capaian ini merupakan wujud nyata pelaksanaan visi Pemkab Sampang di bawah kepemimpinan Bupati H. Slamet Junaidi dan Wakil Bupati H. Akhmad Mahfudz dalam menciptakan ekonomi daerah yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing.

“Kami terus berbenah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Mendorong UMKM dan IKM naik kelas hingga tembus pasar ekspor adalah prioritas kami demi mewujudkan Sampang yang Mapan dan Mandiri,” tegas Syamsul.

Kabar menggembirakan lainnya, berkas dan sampel dari 10 IKM terpilih ini sudah resmi diterima oleh Export Center Surabaya (ECS)—layanan one-stop service milik Kementerian Perdagangan RI yang mendampingi akses ekspor secara cuma-cuma.

Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Sampang, R. Herminiwati, menjelaskan bahwa penetapan 10 IKM ini melalui proses seleksi yang ketat. Dari 17 pelaku IKM yang mendaftar, hanya 10 yang dinyatakan paling siap dari segi kualitas maupun legalitas.

“Setelah evaluasi menyeluruh terhadap berbagai persyaratan, kami tetapkan 10 IKM yang dinilai paling siap menembus pasar Maldives,” terang Herminiwati saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (31/08/2026).

Secara geografis, 10 produk unggulan ini tersebar di lima kecamatan:

Kecamatan Sampang terdapat 5 IKM, Kecamatan Camplong 2 IKM, Kecamatan Banyuates 1 IKM, Kecamatan Torjun 1 IKM dan Kecamatan Sreseh 1 IKM

Herminiwati mewanti-wanti para pelaku usaha terpilih agar konsisten menjaga mutu dan volume produksi.

“Kepercayaan pasar global terletak pada standar kualitas dan kepastian pasokan. Untuk IKM yang belum lolos kali ini, jangan berkecil hati. Jadikan ini pemicu semangat untuk terus membenahi produk,” pesannya.

Kabid Perindustrian Diskopindak Kabupaten Sampang, R. Herminiwati Bersama Stafnya, Muh. Irawan Ferdiawan Saat Menunjukkan Hasil IKM Binaannya.

Langkah penembusan pasar global ini sejalan dengan berkembangnya ekosistem industri kecil di Kabupaten Sampang. Staf Bidang Perindustrian, Muh. Irawan Ferdiawan, mencatat adanya tren pertumbuhan positif pada populasi pelaku usaha lokal.

Pada tahun 2026, jumlah IKM di Sampang tercatat sebanyak 890 unit, dimana didominasi sektor makanan, minuman, olahan tembakau, dan kerajinan tangan. Angka ini naik 42 unit dibandingkan data tahun 2025 yang berjumlah 848 IKM.

“Dari total 890 IKM tersebut, sebanyak 70 IKM masuk dalam kategori binaan aktif yang terus kami dampingi secara intensif agar produknya semakin kompetitif,” pungkas Irawan.(Man/FR)