Pojokkiri.com

Persik Kediri Perketat Regulasi Musim Baru, Jersey Bajakan Jadi Sasaran

KEDIRI, pojokkiri.com — Persik Kediri mulai memanaskan persiapan menghadapi kompetisi Super League musim 2026/2027. Bukan hanya soal kekuatan skuad, manajemen Macan Putih juga mulai membenahi tata kelola pertandingan, akses media hingga sektor bisnis klub.

Sosialisasi regulasi baru digelar di Mess Pemain Persik Kediri, Jalan Pahlawan Kusuma Bangsa, Banjaran, Kota Kediri, Senin (31/8/2026) pagi. Pertemuan tersebut dipandu Media Officer Persik, Yoby, dan dihadiri Direktur Utama Persik Kediri Souraiya Farina serta Head Commercial Razan.

Sejumlah perubahan aturan dari operator liga, I-League, menjadi perhatian utama. Salah satunya menyangkut aktivitas tim sehari menjelang pertandingan.

Musim depan, klub tidak lagi diperbolehkan menggelar latihan resmi di stadion utama pada H-1 pertandingan. Tim hanya diberi kesempatan mengecek kondisi lapangan. Pemeriksaan pun dilakukan tanpa mengenakan sepatu bola dan tanpa menjalankan latihan taktik.

Perubahan juga terjadi pada agenda jumpa pers. Tim tamu diperbolehkan mengikuti sesi konferensi pers secara daring. Sebaliknya, tim tuan rumah tetap diwajibkan menggelar konferensi pers secara langsung atau offline di lokasi pertandingan.

Dari sisi peliputan, sistem identitas media juga diperketat. ID Card media musim 2026/2027 akan dicetak dua sisi, depan dan belakang. Kebijakan ini diharapkan membuat proses pemeriksaan akses media di stadion berlangsung lebih cepat sekaligus mengurangi potensi penyalahgunaan identitas.

Namun, operator liga juga membuka ruang baru bagi kreator konten. Content creator perorangan kini memiliki kesempatan melakukan peliputan di area pinggir lapangan dan zona wawancara. Syaratnya, izin terlebih dahulu harus diajukan dan mendapatkan persetujuan dari klub.

Di luar urusan regulasi pertandingan, manajemen Persik membawa isu yang tak kalah serius: bisnis klub dan peredaran merchandise bajakan.

Direktur Utama Persik Kediri, Souraiya Farina, mengatakan musim baru harus menjadi momentum pembenahan klub secara menyeluruh. Menurut dia, peningkatan kualitas tim tidak cukup jika tidak dibarengi penguatan fasilitas komersial dan bisnis klub.

“Musim depan kita tidak cuma berharap, tapi benar-benar berproses. Selain memperbaiki kualitas tim, fasilitas komersial dan bisnis Persik juga terus kita tingkatkan,” ujar Farina.

Persik juga secara terbuka meminta dukungan media untuk ikut mengedukasi suporter agar menghentikan pembelian jersey maupun merchandise bajakan.

Farina menilai persoalan produk ilegal bukan sekadar perkara pilihan konsumen. Peredaran barang bajakan berpotensi menggerus ekosistem bisnis resmi klub yang pada akhirnya berdampak terhadap keberlanjutan Persik.

“Kami sangat berharap bantuan teman-teman media supaya isu jersey bajakan ini bisa kita selesaikan bersama. Persik sendiri akan gencar mengampanyekan penggunaan jersey original,” katanya.

Upaya tersebut dibarengi strategi komersial baru. Head Commercial Persik Kediri, Razan, mengatakan manajemen menyadari harga menjadi salah satu alasan sebagian suporter memilih produk tidak resmi.

Karena itu, Persik menyiapkan sejumlah varian merchandise original dengan harga yang lebih terjangkau, termasuk bagi kalangan pelajar.

“Kami paham betul keinginan para suporter, khususnya anak-anak sekolah yang ingin bangga memakai merchandise resmi Persik. Karena itu, musim ini kami merancang berbagai varian merchandise original dengan harga yang jauh lebih ramah di kantong pelajar, tanpa mengesampingkan kualitas produk,” kata Razan.

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Persik mencoba mengubah persoalan jersey bajakan dari sekadar kampanye larangan menjadi persoalan akses. Jika klub ingin suporter berhenti membeli barang bajakan, produk resmi harus dibuat mudah diperoleh, menarik, dan masuk akal dari sisi harga.

Dengan kompetisi Super League 2026/2027 yang segera bergulir, Persik tampaknya tidak hanya dituntut membangun tim yang kompetitif di lapangan. Macan Putih juga tengah diuji untuk membangun bisnis klub yang lebih sehat, tertib, dan dekat dengan basis suporternya. (ade/wan)