Pojokkiri.com

PT Terminal Petikemas Surabaya Perkuat Layanan Logistik Melalui Pembaruan Operasional dan Alat Bongkar Muat Handal

dari-kiri-ke-kanan-Wakil-Ketua-ALFI-Jatim-Husni-Ketua-ALFI-Jatim-Sebastian-Wibisono-Direktur-Utama-TPS-Wahyu-Widodo-dan-Direktur-Operasi-TPS-Noor-Budiwan

Surabaya, Pojokkiri.com – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat perannya dalam meningkatkan kelancaran arus logistik nasional melalui serangkaian pembaruan
operasional dan penambahan fasilitas baru.

Dalam sebuah forum silaturahmi dan dialog
yang berlangsung pada akhir bulan lalu di Gedung Administrasi TPS, Direktur Utama
TPS, Wahyu Widodo, Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan, serta Ketua DPW Asosiasi
Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menyampaikan
bahwa hadirnya alat bongkar muat baru diproyeksikan dapat mendorong efisiensi logistik
dan peningkatan kunjungan kapal secara bertahap.

Sebagai upaya menjaga keseimbangan layanan di Pelabuhan Tanjung Perak, sebagian unit Container Crane (CC) juga dialokasikan ke Terminal Berlian. Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan distribusi layanan yang lebih merata dan mendukung kelancaran operasional di kawasan pelabuhan.

Menurut Sebastian Wibisono, pembaruan fasilitas ini memberikan angin segar bagi para
pelaku logistik. Hampir seluruh peralatan bongkar muat kini merupakan unit baru yang
siap mendukung proses pelayanan secara optimal.

Ditambah lagi dengan adanya fasilitas tambahan seperti area fumigasi dan alat pemindai baik ekspor maupun impor yang telah dioperasikan, sehingga pemeriksaan barang dapat dilakukan dengan lebih cepat dan terintegrasi.

Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo, menegaskan pentingnya keterbukaan informasi. “TPS berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang transparan, modern dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa. Melalui website resmi TPS (web access), seluruh aktivitas operasional dapat dipantau secara real time,” ungkapnya, pada Senin (2/03/2026).

Ketua DPW ALFI Jawa Timur, Sebastian Wibisono, dalam kesempatan tersebut juga
menyampaikan apresiasi atas kesiapan fasilitas dan ritme kerja TPS yang dinilai semakin
solid.

“Sinergi antara pelaku usaha dan pengelola terminal menjadi kunci dalam menjaga kelancaran arus logistik di Jawa Timur,” ungkap Wibi, panggilan akrabnya.

Direktur Operasi, Noor Budiwan, menambahkan bahwa TPS telah menerapkan pengaturan ritme kerja yang lebih adaptif, termasuk strategi pengendalian antrian jelang periode lebaran. Penyesuaian pola kerja saat sahur dan buka puasa diterapkan untuk memastikan kelancaran operasi.

“Berkat komunikasi yang intensif dan koordinasi antarpihak, jumlah keluhan eksternal menurun signifikan. Selain itu, pemantauan terhadap forecast ekspor dan impor dilakukan secara berkala untuk memastikan fleksibilitas penggunaan area Container Yard (CY), baik inbound (peti kemas masuk) maupun outbound (peti kemas keluar)”, ujarnya.

Noor juga menambahkan bahwa TPS telah kedatangan total 14 unit Rubber Tyred Gantry
(RTG) dalam tiga batch. Saat ini, empat unit RTG telah resmi beroperasi dan akan menyusul sepuluh RTG lainnya secara bertahap sehingga memberikan kontribusi pada kelancaran layanan.

Pada akhir bulan April nanti, TPS juga akan kedatangan 4 CC yang baru yang rencananya akan dioperasikan pertengahan tahun 2026.
Dengan kedatangan alat baru ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja operasional
sehingga layanan menjadi lebih efisien, mempersingkat waktu sandar kapal dan
membuka peluang peningkatan terminal handling capacity (sul)

Berita Terkait

Perkuat Standar K3, PT Terminal Petikemas Surabaya Lakukan Drill Penanganan Barang Berbahaya

TPS Pastikan Kelancaran Operasional Menjelang Idul Fitri 1447 H

PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) Laporkan Peningkatan Akurasi Deteksi Kerusakan Kontainer Sejak Implementasi ADDS

sukoto pojokkiri.com