
Lamongan, Pojokkiri.com-Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026, geliat ekonomi di Pasar Babat, Kabupaten Lamongan, mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Pasar tradisional yang terletak strategis di persimpangan jalur Surabaya–Cepu, Bojonegoro, dan Jombang–Tuban ini diprediksi akan mengalami puncak kunjungan masyarakat.
Kepala UPT Pasar Babat, Andik Kurniawan, S.Pi, mengungkapkan bahwa tren keramaian pembeli biasanya mulai terlihat sepekan sebelum lebaran. Namun, kepadatan paling tinggi diperkirakan terjadi mendekati hari raya.
“Pasar Babat mulai ramai tujuh hari sebelum Lebaran, dan puncaknya diprediksi terjadi pada H-3 Lebaran,” ujar Andik saat memberikan keterangan kepada wartawan Harian Pagi Pojok Kiri, Rabu (25/3).
Pasar yang berdiri sejak tahun 1988 dan terakhir direvitalisasi pada 2012 ini memiliki peran vital bagi warga di perbatasan Lamongan, Bojonegoro, dan sekitarnya. Dengan luas lahan mencapai 17.543 m² dan luas bangunan 22.460 m², pasar ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok mulai dari sembako, kelontong, perlengkapan rumah tangga, hingga komoditas segar seperti ikan, daging, sayuran, dan buah-buahan.
Meski antusiasme warga meningkat drastis menjelang lebaran, Andik menyadari bahwa situasi pasar biasanya akan kembali normal setelah masa libur hari raya usai (seperti hari ini H+5 lebaran). Ia berharap momentum keramaian ini dapat memberikan dampak positif bagi para pedagang.
“Semoga Pasar Babat selalu ramai pengunjung agar roda perekonomian para pedagang pasar di sini bisa terus berputar dengan baik,” harapnya menutup pembicaraan.(lut)
Editor: Zainul Lutfi
Sumber: www.pojokkiri.com dan Koran Harian Pagi Pojok Kiri

