Pojokkiri.com

Ketua APTR Situbondo Jamin Abu Giling PG Assembagoes Bisa Diatasi

Foto : Haji Anggi

Situbondo,pojokkiri.com
Haji Anggi, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) Situbondo, buka suara terkait keluhan yang diungkapkan Haji Subairi, Wakil Ketua DPW Partai Gelora Jawa Timur, tentang abu giling (tolato) Pabrik Gula (PG ) Assembagoes.

Dia, mengaku masalah abu giling  yang dikenal masyarakat sebagai tolato, PG Asemmbagoes siap melakukan perbaikan secara maksimal.

” Mengantisipasi masalah abu ketel atau tolato, selama ini pihak manajemen PG Assembagoes, GM Mulyono sudah mengintruksikan untuk perbaikan berkala alat pencegahan penyebaran abu ketel tolato, diantaranya di situ ada perbaikan penyaringan abu ketel dan juga ada kolam penyedot, juga ada di situ ada hujan buatan. Semua itu untuk mengantisipasi penyebaran abu ketel atau tolato, dengan adanya perbaikan semua, itu harapan kita semua di musim giling tahun 2026, bisa ditekan semaksimal mungkin penyebaran abu ketel atau tolato, agar tidak menggangu aktivitas warga sekitar PG Assembagoes, ” ujar Haji Anggi, Selasa (12/5/2026).

Selain itu, Haji Anggi menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan PG Assembagoes. Hal itu dilakukan dalam rangka menunjang kelancaran setiap musim giling.

“Menginformasikan hasil rapat FTK (forum temu kemitraan), tanggal 12 Mei 2026, bahwa pada hari Minggu, tanggal 17 Mei 2026, tepatnya kurang lebih pukul 20.00 Wib, akan melaksanakan start giling PG Assembagoes. Penerimaan tebu, mulai tanggal 15 Mei 2026, selama persiapan musim giling kami APTR sebagai wakil petani tebu wilayah PG Assembagoes, selalu melaksanakan komunikasi dan koordinasi dengan pihak manajejemen PG Assembagoes, untuk menunjang giling 2026, ” katanya.

Di pemberitaan sebelumnya, Pengurus Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Jawa Timur, Subairi meminta kepada pihak PG Assembagoes untuk memaksimalkan pengelolaan limbah abu giling (tolato) saat musim giling tebu. Sebab, menurut pria yang akrab disapa Haji Subairi ini, tolato dari pabrik gula tersebut dapat menggangu warga sekitar dan pengguna jalan.

Bahkan, dia mengaku akibat tolato dari pabrik gula di wilayah Kecamatan Asembagus ini, sudah pernah memakan korban.

” Saya Haji Subairi Wakil Ketua DPW Partai Gelombang Rakyat Indonesia Jawa Timur, tolong untuk merespon karena sebentar lagi ini ada pesta giling, mana kala dulu keluarga saya itu tahun yang kemarin terjatuh sampai sekarang cacat karena dampak abu dari abu tolato yang dikeluarkan oleh Pabrik Gula Assembagoes, ” katanya, Minggu (10/5/2026).

” Yang dulunya beberapa tahun , puluhan tahun tidak seperti itu. Dalam tiga tahun , dua tahun ini riskan sekali dampak polusi udaranya. Ini limbah dari pabrik berupa tolato, mengotori halaman rumah, teras rumah bahkan mengganggu sangat menggangu para pengguna jalan yaitu pengendara sepeda motor. Itu sangat terganggu sekali dari pada adanya tolato tersebut, ” terangnya.

Ia,berharap kepada pabrik gula di Situbondo ini, agar kembali mengemas dan mengolah lebih baik lagi limbah atau tolato agar tidak mengganggu masyarakat sekitar.

” Saya minta tolong untuk dikemas bahwa untuk pabrik gula, saya menyarankan untuk bisa meredam polusi udara ini, yang mana kotoran dari pabrik gula ini bisa diredam semaksimal mungkin, bagaimana caranya pabrik gula itu tidak keluar yang namanya tolato tersebut, ” pintanya. (Inul)