
Surabaya, Pojokkiri.com – Penguatan promosi pariwisata berbasis digital kini menjadi strategi penting dalam meningkatkan daya tarik destinasi wisata Indonesia.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, saat berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur dalam kegiatan penguatan branding Wonderful Indonesia di Hotel Elmi Surabaya, Sabtu (16/5/2026).
Dalam kegiatan bertema Promosi Branding Wonderful Indonesia Melalui Penguatan Konten tersebut, Bambang Haryo menekankan pentingnya melibatkan masyarakat secara aktif dalam memperkenalkan potensi wisata daerah, khususnya di Jawa Timur dan Surabaya.
Menurutnya, promosi pariwisata tidak lagi hanya menjadi tugas pemerintah atau pelaku industri wisata semata. Di era digital saat ini, masyarakat memiliki peran strategis sebagai duta promosi melalui media sosial.
“Potensi wisata di Jawa Timur sangat besar. Karena itu, masyarakat perlu ikut terlibat dalam memperkenalkan berbagai destinasi yang ada, baik melalui foto, video, maupun narasi menarik di media sosial,” ujar Bambang Haryo.
Ia menilai platform digital seperti Instagram, TikTok, hingga YouTube kini menjadi kanal komunikasi paling efektif dalam menjangkau wisatawan, baik domestik maupun internasional.
Bambang Haryo menjelaskan, perilaku wisatawan telah mengalami perubahan signifikan. Sebelum menentukan tujuan liburan, mayoritas wisatawan kini lebih dahulu mencari referensi melalui media sosial.
Konten visual yang menarik, informatif, dan mudah dibagikan dinilai mampu meningkatkan minat kunjungan secara signifikan.
“Promosi digital memungkinkan destinasi wisata di Surabaya maupun Jawa Timur dikenal lebih luas. Konten yang dibuat masyarakat bahkan bisa diakses lintas negara dan bahasa,” tuturnya.
Ia optimistis apabila gerakan promosi berbasis masyarakat dilakukan secara masif, maka jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Timur dapat meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat.
Sementara itu, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata, Adi Pamungkas, menjelaskan bahwa kekuatan promosi digital saat ini tidak hanya terletak pada visual yang menarik, tetapi juga pada kemampuan menyampaikan cerita.
Menurutnya, wisatawan modern cenderung tertarik pada destinasi yang memiliki nilai emosional, sejarah, budaya, hingga kisah unik di balik sebuah tempat.
“Konten wisata yang efektif bukan hanya menampilkan keindahan lokasi, tetapi juga menyajikan cerita yang membuat orang merasa terhubung dengan destinasi tersebut,” jelas Adi.
Ia mencontohkan, pengemasan cerita mengenai budaya lokal, sejarah kawasan, kuliner khas, hingga urban legend dapat menjadi nilai tambah yang memperkuat identitas destinasi.
Dengan pendekatan storytelling, wisatawan tidak hanya melihat tempat wisata sebagai lokasi liburan, tetapi juga pengalaman yang layak untuk dijelajahi.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat disebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat branding pariwisata nasional.
Melalui kampanye Wonderful Indonesia yang dikombinasikan dengan kreativitas masyarakat lokal, Jawa Timur diharapkan mampu tampil lebih kompetitif di tengah persaingan destinasi wisata global.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa promosi wisata di era digital membutuhkan partisipasi luas, konsistensi, dan inovasi konten yang relevan dengan tren audiens saat ini.
Dengan semakin banyaknya masyarakat yang aktif memproduksi konten wisata berkualitas, branding destinasi di Jawa Timur diyakini akan semakin kuat, berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal, serta membuka peluang lebih besar bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (sul).

