
Surabaya Pojokkiri.com – Persebaya Surabaya menutup perjalanan mereka di kompetisi Super League 2026 dengan cara yang sangat meyakinkan. Bermain di hadapan ribuan Bonek dan Bonita di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (23/5/2026), Bajul Ijo tampil menggila dengan membantai Persik Kediri lima gol tanpa balas.
Kemenangan telak ini sekaligus memastikan Persebaya mengakhiri musim di posisi keempat klasemen akhir Super League dengan koleksi 58 poin. Green Force unggul lima angka dari Bhayangkara Presisi yang harus puas berada di peringkat kelima dengan 53 poin.
Atmosfer Stadion GBT terasa begitu hidup sejak peluit awal dibunyikan. Dukungan tanpa henti dari tribun membuat semangat Bruno Moreira dan rekan-rekan semakin membara.
Sejak menit pertama, Persebaya langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke pertahanan Persik Kediri yang terlihat cukup kesulitan mengimbangi agresivitas tuan rumah.
Gol pembuka akhirnya lahir saat pertandingan memasuki menit ke-12. Malik Risaldi sukses memanfaatkan peluang di depan gawang dan melepaskan sontekan yang gagal diantisipasi penjaga gawang Persik. Gol tersebut membuat Stadion GBT bergemuruh dan mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Persebaya.
Unggul satu gol tidak membuat skuad asuhan Bernardo Tavares mengendurkan serangan. Francisco Rivera bersama lini tengah Persebaya terus mengatur tempo permainan dan memaksa Persik lebih banyak bertahan.
Menjelang turun minum, tepatnya pada menit ke-45, Bruno Moreira berhasil menggandakan keunggulan Bajul Ijo lewat penyelesaian tenang di dalam kotak penalti. Gol kapten tim itu menutup babak pertama dengan skor 2-0 untuk Persebaya.
Memasuki babak kedua, Persebaya tampil semakin percaya diri. Kombinasi serangan cepat dan penguasaan bola membuat Persik Kediri sulit keluar dari tekanan.
Meski begitu, Macan Putih tetap memberikan perlawanan. Beberapa kali lini pertahanan Persik berhasil mematahkan upaya Malik Risaldi dan kolega yang terus memburu tambahan gol.
Dominasi Persebaya akhirnya kembali membuahkan hasil pada menit ke-64. Gustavo Fernandes mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan keras yang tidak mampu dibendung kiper Persik. Gol tersebut memperbesar keunggulan menjadi 3-0.
Sorakan pendukung semakin menggema di Stadion GBT. Persebaya terlihat belum puas meski telah unggul jauh.
Pada menit ke-74, Gali Freitas hampir menambah penderitaan Persik lewat aksi individunya. Namun peluang emas tersebut masih melambung tipis di atas mistar gawang.
Persebaya kembali menunjukkan ketajamannya saat laga memasuki menit ke-80. Bruno Paraiba melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke dalam gawang Persik. Gol spektakuler pemain asal Brasil itu membuat skor berubah menjadi 4-0.
Menjelang laga usai, Persebaya benar-benar menutup pertandingan dengan pesta gol. Bruno Moreira kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-89 sekaligus memastikan kemenangan telak 5-0 atas Persik Kediri.
Peluit panjang pun menjadi penanda akhir musim yang manis bagi Persebaya Surabaya. Green Force sukses memberikan happy ending di hadapan pendukung setianya dan menutup Super League 2026 dengan penuh kebanggaan.
Kemenangan besar atas Persik Kediri bukan hanya soal tambahan tiga poin. Hasil ini menjadi simbol kebangkitan dan optimisme baru bagi Persebaya dalam menatap musim berikutnya.
Dukungan luar biasa dari Bonek dan Bonita sepanjang pertandingan juga menjadi energi penting bagi skuad Bajul Ijo untuk terus berkembang dan kembali bersaing di papan atas sepak bola Indonesia (sul)

