Pojokkiri.com

Kasus Tewasnya Pelajar Jadi Alarm, Lia Istifhama Bagaimana Peran Orang Tua Mencegah Anak Terjerat Kriminalitas

Anggota DPD RI Lia Istifhama

Surabaya Pojokkiri.com – Kasus pengeroyokan yang menyebabkan meninggalnya seorang remaja berinisial TJK (18) di Surabaya menyisakan duka mendalam sekaligus menjadi alarm serius bagi masyarakat. Peristiwa tragis tersebut memunculkan berbagai respons, termasuk dari Anggota DPD RI Jawa Timur, Lia Istifhama.

Perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu menilai bahwa meningkatnya kasus kekerasan di kalangan remaja tidak bisa hanya dipandang sebagai persoalan individu semata. Menurutnya, keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta mengawasi perkembangan perilaku anak-anak.

Kasus yang menimpa TJK, lanjutnya, harus menjadi momentum evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Dalam pandangannya, keterlibatan anak dalam tindak kriminal menunjukkan adanya aspek pengawasan yang perlu diperkuat dari lingkungan keluarga.

“Jadi, saya pernah menyampaikan bahwasannya kesalahan dari anak, pelanggaran yang dilakukan oleh anak, termasuk pelanggaran hukum adalah tanggung jawab orang tua,” tegas Lia Istifhama, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Ning Lia, penguatan tanggung jawab orang tua menjadi salah satu langkah penting untuk menekan angka kenakalan remaja dan tindak kekerasan yang melibatkan pelajar.

Ia bahkan mendorong adanya kajian mengenai regulasi yang dapat memperkuat tanggung jawab keluarga ketika anak terlibat dalam tindakan kriminal. Gagasan tersebut, menurutnya, bertujuan membangun kesadaran bahwa pendidikan karakter anak tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi berawal dari rumah.

Selain peran keluarga, Ning Lia juga menyoroti melemahnya fungsi kontrol sosial di tengah masyarakat. Ia menilai masih banyak pihak yang memilih bersikap acuh ketika melihat gejala perilaku menyimpang pada remaja di lingkungan sekitar.

“Ini juga pukulan buat kita semuanya. Berarti fungsi kontrol sosial kita apakah sudah kuat atau masih rendah. Itu menjadi PR kita bersama,” ujarnya.

Menurutnya, pola pikir yang menganggap persoalan anak orang lain bukan urusan pribadi harus mulai ditinggalkan. Sikap tersebut justru dapat membuat potensi kenakalan remaja berkembang tanpa ada upaya pencegahan sejak dini.

Ning Lia menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk saling mengingatkan dan menjaga generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Dalam aspek pendidikan, Lia Istifhama mendorong sekolah untuk memperkuat metode pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembangunan karakter dan kesadaran sosial.

Ia menilai pendekatan contextual learning dan deep learning dapat menjadi sarana efektif untuk membentuk siswa yang memahami konsekuensi dari setiap tindakan yang mereka lakukan.

“Bagaimana mereka bertindak itu tahu dampaknya untuk diri mereka juga. Jadi social awareness-nya itu dikuatkan,” paparnya.

Dengan meningkatnya kesadaran sosial, para pelajar diharapkan mampu memahami nilai empati, tanggung jawab, serta dampak hukum maupun sosial yang dapat muncul akibat tindakan kekerasan.

Ning Lia menekankan bahwa pencegahan kekerasan remaja tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah agar sistem pengawasan terhadap anak berjalan optimal.

Sekolah diharapkan lebih aktif menjalankan fungsi pembinaan dan kontrol sosial, sementara masyarakat perlu membangun budaya kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Di sisi lain, negara juga diharapkan hadir melalui penegakan hukum yang tegas dan kebijakan yang mampu memperkuat tanggung jawab keluarga dalam proses pembentukan karakter anak.

Tragedi yang merenggut nyawa seorang remaja di Surabaya ini menjadi pengingat bahwa pencegahan kekerasan bukan hanya tugas aparat penegak hukum. Lebih dari itu, dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa untuk memastikan generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang aman, peduli, dan berkarakter kuat.

 

Reporter: Samsul Arif

Berita Terkait

Pembobol Toko Madura Dibekuk, Apes saat Beraksi Terekam CCTV

Tak Kapok Juga, Jambret Wanita Residivis Asal Lidah Wetan Diringkus

Sepasang Pengedar Sabu Wonokromo Dibekuk, Pemasok Masih Diburu