Pojokkiri.com

Detik-Detik Wanita Selamat dari Maut Usai Motor Dihantam KA Arjonegoro Akibat Terobos Palang

 

SNA (duduk) shock setelah lepas dari maut setelah motornya ditabrak KA Arjonegoro di di perlintasan sebidang berpalang pintu, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Rabu (8/7/2026).(Zainul Lutfi for Pojok Kiri)

Lamongan, Pojokkiri.com-Seorang pengendara sepeda motor berinisial SNA (25) mengalami luka-luka setelah tertabrak Kereta Api (KA) Commuter Line Arjonegoro di perlintasan sebidang berpalang pintu, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Rabu (8/7/2026) dini hari.

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB ini diduga akibat korban nekat menerobos palang pintu perlintasan yang sudah tertutup.

Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd., membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan para saksi, insiden ini tepatnya terjadi di perlintasan KA KM 178 (JPL 298) Desa Sukodadi.

“Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Scoopy nomor polisi S-5814-KR dengan KA Commuter Line Arjonegoro yang melaju dari arah barat ke timur,” ujar Ipda Hamzaid.

Peristiwa bermula saat korban yang merupakan warga Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, berkendara dari arah selatan menuju ke utara. Ketika mendekati perlintasan, petugas jaga sebenarnya sudah menutup palang pintu karena KA Commuter Line Arjonegoro akan melintas.

“Namun, diduga korban tetap menerobos perlintasan. Karena jarak kereta sudah sangat dekat, kecelakaan tidak dapat dihindari,” lanjutnya.

Akibat benturan tersebut, bagian depan sepeda motor korban mengalami kerusakan parah. Beruntung nyawa SNA berhasil diselamatkan. Korban yang mengalami luka-lukas langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

Petugas dari Unit Gakkum Satlantas Polres Lamongan bersama personel Polsek Sukodadi segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan material kendaraan yang tercecer sebagai barang bukti.

Menanggapi kejadian ini, Kasihumas Polres Lamongan mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas dan menghormati petugas di perlintasan sebidang.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan pernah menerobos palang pintu kereta api yang sudah ditutup karena tindakan tersebut sangat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tegas Ipda Hamzaid.(lut)

Editor: Zainul Lutfi