
Gresik, pojokkiri.com
Di tengah era modernisasi di mana material bangunan berbahan bambu mulai langka, bisnis kerajinan tradisional rupanya masih menyimpan potensi ekonomi yang sangat menjanjikan.
Hal ini dibuktikan oleh Subari, seorang pengrajin sekaligus pengusaha Sasak Gedek (anyaman bambu) asal Wringinanom.
Siapa sangka, dari ketekunannya mengolah bilah-bilah bambu, bapak dua anak ini sukses meraup omzet melimpah hingga mampu membangunkan rumah untuk anak-anaknya.
Perjalanan Subari mengarungi bisnis ini tidak terjadi dalam semalam. Pria yang telah menggeluti usaha Sasak Gedek selama puluhan tahun ini awalnya hanya ikut membantu sang kakak.
Namun, berbekal tekad yang kuat dan semangat pantang menyerah, Subari memberanikan diri untuk mandiri dan membuka galangannya sendiri.
”Alhamdulillah, dengan modal sabar dan telaten, semuanya bisa jalan dan berhasil bertahan hingga sekarang,” ujar Subari saat ditemui di tempat usahanya, Kamis (9/7/2026).

Meski bahan baku bambu kini semakin sulit didapat, kualitas produk buatan Subari tetap terjaga. Tak heran jika galangan Sasak Gedek miliknya yang berlokasi strategis di Jalan Raya Kedungpring selalu ramai dikunjungi pembeli.
Kini, pasar Subari tidak hanya mencakup wilayah Gresik saja. Pesanan terus mengalir deras dari berbagai daerah di Jawa Timur, antara lain Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto dan Kabupaten Lamongan

Kisah Subari menjadi bukti nyata bahwa bisnis berbasis kearifan lokal dan produk tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat luas, asalkan dikelola dengan ketekunan dan kualitas yang konsisten. Tambahnya. (Dyo)

