
Lamongan, Pojok Kiri.com-Rasa cemas mendalam tengah menyelimuti keluarga awak Kapal Motor Nelayan (KMN) Enthok. Kapal nelayan berkapasitas 60 Gross Ton (GT) asal Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan tersebut dilaporkan telah hilang kontak selama satu bulan lebih saat melaut di sekitar perairan Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep.
Berdasarkan data manifes operasional pelayaran, KMN Enthok dengan tanda selar Brondong/GT 60 No.1163/KD tersebut dipimpin oleh Nahkoda Siswanto (45) dan membawa 19 orang Anak Buah Kapal (ABK). Kapal ini diketahui merupakan milik warga setempat bernama Bagus Adi Susanto (35) yang juga berasal dari Kelurahan Blimbing, Paciran, Lamongan.
KMN Enthok bertolak dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong pada 3 Juni pukul 15.30 WIB dengan tujuan operasional penangkapan ikan ke arah Pulau Kangean. Sesuai estimasi waktu berlayar yang wajar, kapal tersebut seharusnya sudah merapat kembali ke pelabuhan dalam kurun waktu 18 hari melaut. Namun, hingga awal Juli, tidak ada kabar atau komunikasi sama sekali yang diterima dari kapal tersebut.
Pihak otoritas terkait dari Satpolairud Polres Lamongan bersama unsur maritim gabungan seperti Basarnas, KSOP, PSDKP, dan Syahbandar terus mengoptimalkan proses pencarian secara intensif. Posko Terpadu Pencarian bahkan telah didirikan di Kantor Basarnas Brondong sebagai pusat kendali informasi resmi. Petugas maritim dan para pelaut lintas wilayah juga diimbau untuk saling memantau pergerakan di lautan lepas.
Pihak keluarga dan kepolisian mengetuk kepedulian seluruh masyarakat, khususnya para nelayan atau nakhoda kapal niaga yang sedang melintas di sekitar perairan Laut Jawa, Madura, hingga Kangean.
Jika ada pihak yang melihat, mendengar transmisi radio, atau mengetahui tanda-tanda keberadaan KMN Enthok, mohon segera memberikan informasi dan berkoordinasi langsung melalui kontak darurat di bawah ini Adi (Pihak Keluarga): 081-217-618-686 dan Pak Gatot (Anggota Satpolairud Polres Lamongan): 081-230-95714.(lut)
Editor: Zainul Lutfi

