
Situbondo,pojokkiri.com
Dugaan adanya pungutan liar di Pelabuhan Jangkar, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, ramai menjadi perbincangan masyarakat di Kota Santri.
Pasalnya, penumpang dan truk pengangkut barang yang melewati pelabuhan ini mulai sepi, hal itu terjadi karena adanya dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Iya ini terjadi sudah lama, ada dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum. Selain tiket, para penumpang khusunya sopir truk pengangkut barang dan lainnya, itu dikenakan biaya plus mulai Rp 80 -100 ribu-an. Ini kan bisa masuk pungli, ” kata sumber.
Biaya plus yang dimaksud ini adalah keuangan untuk keamanan dan parkir bagi sopir truk.
Ia, berharap demi Situbondo naik kelas, pelaku pungli ditindak tegas oleh pihak terkait.
“Harus ada pengawasan dari pihak terkait, baik dari kepolisian, dinas dan pihak berwenang lainnya. Kalau ini dibiarkan, pelabuhan tidak bakal ada peningkatan dan kalah dengan pelabuhan-pelabuhan lainnya, ” terangnya.
Jun warga sekitar Pelabuhan Jangkar, membantah adanya kabar miring tersebut. Menurutnya, sepi tidaknya pelabuhan dari penumpang bukan karena adanya pungli.
Dia, memastikan tidak ada pungli di pelabuhan.
“Sepi, itu bukan karena adanya pungli. Tidak ada pungli di pelabuhan dan itu tidak benar. Saat ini sepi karena banyak kapal yang diperbaiki, bukan karena adanya pungli. Pihak pelabuhan tidak mungkin melakukan pungli, ” katanya.
Sementara itu, pihak Pelabuhan Jangkar belum memberikan pernyataan resmi terkait adanya dugaan pungli di wilayahnya. (Inul)

