
Pamekasan, pojokkiri.com
Setelah dinantikan selama puluhan tahun, program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-130 akhirnya resmi menyapa masyarakat Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Hadirnya program strategis TNI ini menjadi angin segar sekaligus momen bersejarah bagi percepatan pembangunan desa.
Kepala Desa Jarin, Moh. Zuhri, menyampaikan rasa haru dan apresiasi setinggi-tingginya atas terealisasinya program ini di wilayahnya.
”Saya sangat berterima kasih kepada Dandim 0826/Pamekasan Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko,” ujar Moh. Zuhri saat ditemui di kediamannya, Kamis (15/10/2026).
Menurut Moh. Zuhri, masuknya TMMD ke-130 di tengah keterbatasan alokasi Dana Desa tahun 2026 yang terfokus pada program Padat Karya dan Posyandu merupakan buah dari kolaborasi yang kuat.
”Hadirnya TMMD ke-130 sangat berarti bagi masyarakat Desa Jarin. Selain memperlancar aktivitas warga dan mendorong produktivitas petani, program ini juga mendongkrak perekonomian desa secara langsung serta mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tambahnya.
Masih Moh. Zuhri menhataklan, Pelaksanaan TMMD ke-130 di Dusun Peninggian, Desa Jarin, berlangsung mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026 dengan menerjunkan 150 personel gabungan.
Program ini menyasar serangkaian pembangunan infrastruktur vital, di antaranya Pembangunan jalan baru dan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 450 meter, Pengaspalan jalan di tiga titik sepanjang total 1.500 meter, Pembangunan saluran air di tiga titik sepanjang 400 meter, Pembangunan 1 unit box culvert dan 1 unit fasilitas MCK.
Pembangunan 2 titik sumur bor di Dusun Kotalon (melayani 35 KK/145 jiwa) dan Dusun Koberu (melayani 25 KK/115 jiwa), Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebanyak 10 unit.
Sedangkan lanjut Zuhhri memyampaikan Kegiatan Nonfisik dan Lingkungan mencakup Pelaksanaan 10 kegiatan penyuluhan wawasan kebangsaan dan persatuan, Penanaman 500 pohon trembesi untuk penghijauan.
Sementara Dandim 0826/Pamekasan, Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko, menjelaskan bahwa Desa Jarin dipilih lantaran wilayah ini belum pernah tersentuh program TMMD sebelumnya dan sangat membutuhkan pembenahan infrastruktur.
“TMMD adalah upaya akselerasi pembangunan daerah. Desa Jarin memang butuh sentuhan ini. TMMD bukan hanya milik TNI, tetapi milik seluruh lapisan masyarakat,” tegas Dandim.
Ia juga mengapresiasi tingginya gotong royong dan antusiasme warga yang bahu-membahu bersama personel TNI di lapangan. Melalui kegiatan fisik maupun nonfisik ini, TMMD diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memupuk rasa cinta tanah air dan persatuan bangsa. Tambahnya. (*)

