
Selama delapan tahun menjadi jurnalis, tidak membuatnya semakin enjoy, namun semakin membuatnya ingin menekuni bisnis lain. Hal itu tak luput dari makin berkembangnya media online yang semakin meminggirkan dunia media cetak dan media mainstream lainnya.
Karena itulah Khoirul Inayah banting setir, kembali ke habitatnya sebagai pencinta hewan dan sesuai dengan gelar kesarjanaan yang diraihnya, yakni dokter hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya.
Dari tulis menulis, dikejar deadline beralih menjadi dokter hewan dan membuka praktik kesehatan bagi hewan-hewan piaraan, terutama kucing dan anjing. Di rumahnya yang sejuk, Khoirul Inayah berkisah tentang perjalanan bisnis barunya.
Menurut Inayah, panggilan akrabnya apa yang digelutinya sekarang berkah dari pandemi Covid-19. ” Saya berpikir untuk membuka bisnis rumah hewan ini sejak merebaknya pandemi Covid-19 Maret 2020 lalu. Setelah resign dari koran Radar Mojokerto (kelompok Jawa Pos grup) saya menekuni berbagai bisnis di luar jalur jurnalistik, ” urainya dikutip dari berita online argoindonesia.co.id, kemarin.
Ditambah lagi, Inayah merasa ijazah dokter hewannya yang ‘nganggur’ selama 20 tahun di lemari karena tidak dipakai. * Akhirnya saya memanfaatkan anak-anak di rumah saya mengurus perizinan, menyiapkan tempat obat-obatan hewan, alat, ikut webinar, membeli buku-buku literatur, pokoknya belajar, belajar dan belajar, ” sambungnya.
Namun bukan berarti tidak ada tantangan, karena biasanya saat jadi wartawan pegang pulpen, keyboard laptop, sekarang pegang jarum suntik, stetoskop, termometer, alat2 bedah. ” Itu sesuatu, ” ujarnya sambil tertawa lepas.
Karena profesinya menyangkut nyawa. Nyawa hewan kesayangan pemiliknya, maka Inayah mengaku tidak boleh salah diagnosa, tidak boleh salah memberi obat, tidak boleh salah melakukan tindakan, tidak boleh salah terapi dan lain-lain.
Saat ditanya apa kendalanya, lagi-lagi wanita yang memiliki pipi tembem ini tertawa lepas. ” Banyak ilmu kedokteran hewan sekarang jauh lebih maju dibandingkan saat saya masih kuliah, obat obatan dan alat-alatnya juga. Jadi kita dituntut harus terus mengupdate diri, ” katanya.
Inayah mengaku justru profesinya sekarang mengasyikkan. ” Ya mungkin karena saya selalu belajar mencintai profesi apapun yg saya tekuni. Jadi dokter hewan pasiennya banyak yang lucu-lucu. Pemilik kadang mendandani hewan kesayangannya dengan pernak pernik yg lucu2, ” urainya.
Beruntung, Inayah mengaku keluarganya sangat mendukung. ” Suami dan anak-anak saya sangat mendukung. Secara materiil dan immateril .Suami tahu saya repot dengan pasien-pasien saya, dia berusaha mengcover kerjaan rumah yang ia bisa, bahkan kadang masak buat saya.
Anak-anak juga begitu kalau ada pasien yang butuh penanganan lebih, saya libatkan. Sampai kadang saya kasihan juga beberapa kali kena gigit atau cakar pasien. Alhamdulillah mereka semua tidak mengeluh, ” tutupnya. (tri/ai/*)

