Pojokkiri.com

Tragis Tyasrini Tabrakkan Diri ke KA Harina Tinggalkan Surat Wasiat

Surat wasiat yang ditemukan dalam tas kulit Tyasrini dan foto kopi KTP Tyasrini yang diamankan petugas Polsek Lamongan Kota (Foto-foto:Zainul Lutfi/Pojok Kiri.com)

Lamongan, Pojok Kiri.com- Sebelum menabrakkan diri ke KA Harina dengan Nomor Lambung CC 2061382 di rel kereta api turut tanah Kelurahan Sukorejo, Kecamatan/Kabupaten Lamongan, Tyasrini (52) sempat meninggalkan surat wasiat.

Surat itu diduga ditulis warga Gang Wijaya Kusuma Nomor 45, RT 01/RW 08, Desa Ronggomulyo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban tersebut sesaat sebelum menabrakkan diri ke kereta.

Adapun isi surat yang ditulis oleh oleh korban adalah sebagai berikut.

“Aku sudah sakit jiwa. Aku pendosa, aku tidak kuat dengan karmaku sendiri. Yang ada difikiran aku cuma mati, mati dan mati”.

“Alamat KTP sudah tidak sama. KTP alamat kontrak lama yang baru Gang Mulia 1 A No.1 Latsari Tuban. Alamat rumah kontrakan yang baru, belum buat KTP”.

Surat wasiat itu ditemukan oleh petugas di dalam tas kulit warna hitam milik korban yang berada di sekitar tubuh korban yang tergeletak di TKP.

Diduga korban mengalami tekanan mental yang cukup mendalam sehingga nekat mengakhiri hidup dengan cara menabrakkan diri ke KA Harina, Selasa (5/3/2024) petang, sekitar pukul 18.50 WIB.

Pihak Reskrim Polsek Lamongan Kota saat ini tengah mendalami motif dari korban hingga nekat menabrakkan diri ke kereta api.

“Dimana kami temukan surat wasiat yang isinya perpisahan untuk keluarga. Itu yang masih kami dalami kami masih memeriksa keluarga dan teman dekat juga,” kata Panit Ops I Reskrim Polsek Lamongan Kota, Ipda Joko Priyanto,S.Sos.

Tyasrini (52) sendiri sesuai alamat KTP merupakan warga Gang Wijaya Kusuma Nomor: 45, RT 01/RW 08, Desa Ronggomulyo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Saat ini jenazah korban tengah berada di Rumah Sakit Muhamadiyah Lamongan untuk dilakukan visum.

Sementara itu pihak keluarga dan orang tua korban saat ini tengah diminta keterangan di Polsek Lamongan Kota. Langkah ini dilakukan untuk mengungkap motif bunuh diri tersebut.

“Apakah motif yang menyebabkan korban melakukan demikian kita masih dalami,” tandasnya.(lut)