
Surabaya Pojokkiri.com – Seorang pria berinisial AY (30), warga Bangkalan, Madura, yang dikenal sebagai residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor), tewas ditembak oleh Unit Jatanras Polda Jawa Timur.
Pelaku yang telah lama menjadi buronan polisi ini meregang nyawa saat melancarkan aksinya di sebuah perumahan kawasan MERR, Surabaya, pada Jumat (7/3/2025) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
AY bukanlah pelaku biasa. Ia telah menjadi target pencarian sejak Agustus 2024 karena sering melakukan pencurian kendaraan bermotor hingga aksi begal yang meresahkan masyarakat Kota Surabaya.
Buronan Polisi yang Selalu Lolos, Akhirnya Tersungkur
Kasubdit Jatanras Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengungkapkan bahwa dalam satu hari, AY bisa mencuri hingga tiga hingga empat motor. Yang lebih mengejutkan, pelaku sering beraksi secara spontan tanpa perencanaan.
“Jadi untuk TKP Jombang itu, ceritanya yang bersangkutan mengunjungi pacarnya di Jombang. Pulangnya dia bersama temannya kepingin motor sendiri-sendiri. Dia lihat itu ada warung pecel lele, melihat ada ibu-ibu baru parkir dan tidak terkunci. Langsung diambil,” ungkap Jumhur saat konferensi pers di Mapolda Jatim, Jumat sore.
Bukan sekali dua kali AY lolos dari pengejaran polisi. Bahkan beberapa kali penggerebekan oleh Tim Reskrim Polres Bangkalan maupun Jatanras Polda Jatim di lokasi persembunyiannya gagal karena kelihaiannya dalam melarikan diri.
“Pelaku ini sangat gesit untuk dicari, karena dia residivis, dia punya pengalaman karena sudah tiga kali menjalani hukuman. Dari Polres Bangkalan, beberapa kali gerebek rumahnya lolos di jalan pun seperti itu,” tambahnya.
Pemimpin Komplotan Curanmor, Tak Segan Lukai Korban
AY dikenal sebagai otak dari komplotan curanmor yang telah beraksi di berbagai daerah. Ia tidak hanya mencuri kendaraan, tetapi juga kerap menggunakan senjata tajam dan tak segan melukai korbannya.
“Jadi kita diwanti-wanti oleh teman-teman (Polres) Bangkalan, kalau yang bersangkutan dalam aksinya sering membawa senjata tajam. Begitu. Satu lagi, jadi yang bersangkutan ini dari keterangan tersangka yang sudah kita amankan memang dia leader,” jelas Jumhur.
Hasil kejahatan yang dilakukan AY kerap digunakan untuk berfoya-foya dan membeli narkotika jenis sabu. Bahkan, saat ditangkap, polisi menemukan alat hisap sabu di lokasi kejadian.
Penangkapan Berujung Maut
Upaya penangkapan AY tidak berjalan mudah. Saat hendak ditangkap, ia melakukan perlawanan hingga memaksa petugas untuk mengambil tindakan tegas.
“Saat penangkapan memang dia melakukan perlawanan,” kata Jumhur.
Kini, Tim Jatanras Polda Jatim masih memburu anggota komplotan AY yang diduga berjumlah tujuh orang.
“Kita masih memburu DPO tujuh rekannya” pungkasnya (Sam)

