
Surabaya, Pojok Kiri.Com,-Anggota DPRD Jawa Timur Hery Romadhon minta agar pemerintah segera mengatasi krisis air untuk pertanian di wilayah Tulungagung. Sekedar diketahui, Tanaman padi seluas 900 hektar di 9 Desa di Kecamatan Boyolangu dan Kecamatan Campurdarat terancam matii. Pemicunya adalah pasokan air dari Dam Pacar di Desa Junjung, Kecamatan Boyolangu terhenti.
“Saya minta harus segera diatasi mengingat berkaitan dengan hajat hidup masyarakat, “jelas politisi PAN ini saat dikonfirmasi, Rabu (4/9/2024).
Dampak adanya permasalah di pintu air Dam Pacar, lanjut dia, panen petani di lima dewa terancam gagal. “Ada 5 desa di Kecamatan Boyolangu, yaitu Sanggrahan, Pucung Kidul, Boyolangu, Kendalbulur dan Ngranti yang terancam gagal panen, “jelasnya.
Selain 5 desa tersebut, katanya, ada 4 desa di Kecamatan Campurdarat, yaitu Tanggung, Pojok, Pelem dan Wates yang juga terancam gagal panen akibat masalah pintu air di Dam Pacar tersebut.” Jika pasokan air tidak dipulihkan, dipastikan dalam minggu ini akan area tanam padi mulai mati perlahan,”sambungnya.
Hery Romadhon mengatakan pihaknya berharap para pihak terkait memikirkan nasib petani yang terdampak adanya masalah tersebut.” Kalau ada permasalahan harus diselesaikan baik-baik. Jangan ada yang dirugikan karena masalah sesaat,”lanjutnya.
Desa Wates, lanjut Hery Romadhon, lebih parah lagi sebagai dampak permasalahan pintu air dam Pacar tersebut. “Desa ini ada di paling ujung irigasi teknis sehingga selama ini hanya mendapatkan sisa,”jelasnya.
Desa Junjung, lanjutnya lebih dulu tanam padi karena airnya harus bergiliran dengan 9 desa tersebut.Setelah Desa Junjung selesai tanam, air digilir untuk 9 desa lain yang mulai menanam.
“Jarak tanam antara Desa Junjung dan 9 desa ini sekitar 1 bulan hingga 1,5 bulan. Kalau sekarang Junjung panen, masih njebul, satu setengah bulan lagi baru panen,” ungkapnya.Dalam situasi normal, panen MT II untuk 9 desa ini pada bukan September dan Oktober 2024.
Sementara, kata dia diperkirakan pada November sudah turun hujan, bahkan mungkin banjir.Karena itu ada usulan agar MT III juga ditanami padi, bukan palawija.“Kalau tanam palawija sudah nanggung, sementara November banjir. Tapi itu sebatas usulan, belum realisasi. Faktanya masih MT II, tapi air sudah tidak ada,” jelasnya.(wan)

