
Surabaya Pojokkiri.com — Penguatan pertahanan negara tidak selalu harus dimulai dari senjata dan alutsista. Pendidikan kebangsaan sejak usia dini justru dinilai sebagai fondasi utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hal tersebut disampaikan Anggota DPD RI Lia Istifhama saat bertemu Laksda TNI Ali Triswanto, Komandan Kodaeral V/Surabaya, di kantornya. Keduanya membahas pentingnya membangun kesadaran kebangsaan secara berkelanjutan, terutama melalui jalur pendidikan.
“Ketahanan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh karakter dan kesadaran kebangsaan warganya sejak kecil,” ujar Lia.
Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan harus diperkenalkan sejak usia dini dengan cara yang membumi dan menyenangkan. Mulai dari membiasakan lagu-lagu nasional di lingkungan sekolah, pengenalan Empat Pilar Kebangsaan, hingga kegiatan yang menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Lia menilai, anak-anak perlu dilibatkan secara aktif agar tidak sekadar menjadi objek pendidikan. Misalnya melalui kegiatan Pramuka, Saka Bahari, atau program edukasi maritim yang mengenalkan Indonesia sebagai negara kepulauan dengan dua pertiga wilayah berupa laut.
“Kalau anak-anak sejak dini paham bahwa Indonesia adalah bangsa bahari, maka rasa memiliki dan tanggung jawab menjaga negeri akan tumbuh secara alami,” katanya.
Ia juga mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan dunia pariwisata pesisir, agar edukasi kebangsaan dapat diintegrasikan dengan aktivitas rekreasi dan pembelajaran di luar kelas, khususnya saat masa liburan sekolah.
Sementara itu, Laksda TNI Ali Triswanto menyampaikan bahwa penguatan wawasan kebangsaan merupakan bagian penting dari strategi pertahanan negara. Menurutnya, generasi muda yang memahami jati diri bangsa akan lebih siap menghadapi tantangan global dan menjaga kedaulatan nasional.
Pertemuan tersebut menegaskan bahwa pendidikan kebangsaan, karakter, dan wawasan maritim merupakan investasi jangka panjang bagi ketahanan Indonesia, sekaligus benteng sosial yang memperkuat persatuan dan stabilitas nasional.

