
Surabaya Pojokkiri.com — Anggota DPD RI Lia Istifhama menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai pilar ketahanan nasional. Peran tersebut tidak hanya dilihat dari kekuatan ekonomi dan demografi, tetapi juga dari kontribusinya dalam menjaga stabilitas sosial, keamanan, dan nilai-nilai kebangsaan.
Pernyataan itu disampaikan Lia saat bertemu Laksda TNI Ali Triswanto, Komandan Kodaeral V/Surabaya, di kantornya. Pertemuan tersebut membahas peran daerah dalam memperkuat ketahanan nasional di tengah tantangan global dan disrupsi digital.
“Jawa Timur memiliki kekuatan sosial, budaya, dan geopolitik yang besar. Karena itu, posisinya sangat strategis sebagai pilar ketahanan nasional,” ujar Lia.
Menurutnya, ketahanan nasional tidak hanya bertumpu pada aspek militer, tetapi juga pada ketahanan sosial dan karakter masyarakatnya. Jawa Timur dinilai memiliki modal kuat berupa tradisi kebangsaan, jaringan pendidikan, pesantren, serta partisipasi masyarakat yang tinggi.
Lia menekankan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan dan nasionalisme, khususnya di kalangan generasi muda. Di tengah arus informasi digital yang begitu cepat, daerah harus mampu menjadi penyangga nilai-nilai persatuan dan kebhinekaan.
“Ketahanan nasional akan kuat jika daerah-daerahnya kuat. Jawa Timur harus terus menjadi contoh dalam menjaga persatuan, toleransi, dan semangat kebangsaan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti peran strategis Jawa Timur sebagai wilayah maritim dan logistik. Dengan posisi geografis yang menghubungkan kawasan barat dan timur Indonesia, stabilitas Jawa Timur dinilai sangat berpengaruh terhadap stabilitas nasional.
Sementara itu, Laksda TNI Ali Triswanto menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan institusi pertahanan menjadi kunci menjaga ketahanan nasional. Menurutnya, dukungan masyarakat dan penguatan wawasan kebangsaan di daerah merupakan bagian penting dari sistem pertahanan negara.
Pertemuan tersebut menegaskan bahwa Jawa Timur bukan hanya pusat pertumbuhan, tetapi juga penopang utama ketahanan nasional. Kolaborasi lintas sektor diharapkan terus diperkuat agar peran strategis Jawa Timur dapat dijaga secara berkelanjutan (sul)

