
Surabaya, Pojokkiri.com – Gelar juara pertama untuk video Senator Lia Istifhama di ajang DPD Award 2025 bukan sekadar pencapaian personal. Karya berjudul “Perempuan Agen Perdamaian” tersebut mencerminkan semangat perempuan Indonesia dalam menanamkan nilai perdamaian dan kebangsaan di tengah keragaman sosial.
Video Lia tidak hanya memukau juri secara artistik, tetapi juga menggetarkan penonton lewat pesan moral yang kuat: bahwa perempuan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga harmoni bangsa.
Dalam karya berdurasi singkat namun sarat makna ini, Lia Istifhama menampilkan sisi lain perjuangan perempuan — bukan sekadar dari aspek sosial atau politik, tetapi dari kepekaan nurani dan empati kemanusiaan.
“Perempuan memiliki kekuatan alami untuk menyatukan. Saat bangsa ini diuji oleh perbedaan, maka kelembutan dan ketulusan hati seorang ibu, seorang perempuan, dapat menjadi jembatan bagi perdamaian,” ungkap Lia dalam salah satu sesi wawancaranya yang penuh makna.
Narasi tersebut menggugah kesadaran publik tentang peran penting perempuan sebagai penenun harmoni di tengah masyarakat yang majemuk. Tidak heran, karya ini berhasil mencuri perhatian dewan juri yang menilai video dari berbagai daerah di Indonesia.
Tak hanya Lia, Jawa Timur secara keseluruhan juga mencatatkan prestasi gemilang dalam DPD Award 2025. Beberapa peserta dari provinsi ini sukses menorehkan penghargaan dalam kategori berbeda, mulai dari karya kreatif hingga dokumentasi pelayanan publik.
“DPD Award tahun ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi wadah untuk menunjukkan bahwa daerah-daerah memiliki potensi besar dalam menyuarakan nilai kebangsaan dan empati sosial melalui karya kreatif,” ujar salah satu panitia pelaksana DPD Award.
Kemenangan Lia menjadi simbol keberhasilan Jatim dalam melahirkan tokoh-tokoh inspiratif yang tak hanya berprestasi, tetapi juga menyebarkan semangat kebersamaan.
Ajang DPD Award digagas sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas anggota dan staf DPD RI dalam menyampaikan pesan kebangsaan melalui media digital. Tahun 2025 menjadi momentum penting, karena tema besar yang diangkat berfokus pada “Peran Perempuan dalam Membangun Perdamaian dan Persatuan Bangsa.”
Dalam konteks ini, kemenangan Lia Istifhama semakin memperkuat pesan bahwa politik dapat menjadi ruang yang penuh kelembutan dan kejujuran jika diisi dengan niat tulus untuk mengabdi.
Lia Istifhama dikenal publik sebagai figur muda DPD RI asal Jawa Timur yang aktif memperjuangkan isu-isu sosial, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan. Melalui berbagai kegiatan, ia konsisten menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan spiritualitas yang seimbang.
“Perdamaian bukan hanya tentang berhentinya konflik, tetapi tentang hadirnya kasih dalam setiap tindakan,” tutur Lia di akhir penyerahan penghargaan. Kalimat sederhana itu seolah menjadi cermin dari seluruh karya dan dedikasinya.
Video “Perempuan Agen Perdamaian” kini tengah banyak dibicarakan di media sosial karena pesan kuatnya tentang toleransi dan kasih sayang antar sesama. Publik menilai, karya seperti ini layak menjadi inspirasi nasional dalam memperkuat karakter bangsa di era digital.
Dengan penghargaan ini, diharapkan semakin banyak perempuan Indonesia yang berani berbicara, berkarya, dan menebar kebaikan demi perdamaian (sul)

