
Surabaya Pojokkiri.com – Peristiwa kekerasan yang terjadi saat fajar belum sepenuhnya menyingsing. Seorang pria M. Jais (57) ditemukan tewas mengenaskan akibat dugaan pembacokan di Jalan Pragoto 2/37, Kelurahan Simolawang, kawasan Surabaya, pada Kamis (23/4) sekitar pukul 05.00 WIB.
Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di lokasi kejadian, tubuhnya diselimuti sarung hijau dan dipenuhi luka akibat senjata tajam. Pemandangan tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.
Kapolsek Simokerto, Zainur Rofik, membenarkan adanya peristiwa dugaan pembunuhan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
Dalam keterangannya, Kapolsek menyebut bahwa informasi awal mengarah pada dugaan keterlibatan lebih dari satu pelaku. Dugaan ini diperkuat dari hasil pengumpulan keterangan di lokasi kejadian serta informasi warga sekitar.
Menurutnya, tim kepolisian langsung diterjunkan untuk melakukan penyelidikan mendalam, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang dicurigai terlibat dalam insiden berdarah tersebut.
Lebih lanjut, Kapolsek mengungkapkan bahwa terdapat indikasi hubungan kekerabatan antara korban dan pelaku. Hal ini menjadi salah satu fokus utama dalam proses penyelidikan yang kini tengah berlangsung.
Motif sementara yang mengemuka mengarah pada persoalan asmara. Meski demikian, polisi masih terus mendalami berbagai kemungkinan lain guna memastikan latar belakang kejadian secara komprehensif.
“Penyelidikan terus kami lakukan secara intensif. Tim opsnal sudah kami turunkan untuk mengejar dan mengungkap identitas pelaku,” ujar Kapolsek dengan nada tegas.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam di bagian dada dan kepala. Luka tersebut diduga menjadi penyebab utama korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian serta sepatu milik korban.
Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk keperluan visum dan penyelidikan lebih lanjut.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih terus memburu pelaku yang diduga lebih dari satu orang. Proses penyelidikan dilakukan secara intensif guna mengungkap motif serta kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Kerja sama masyarakat diharapkan dapat membantu mempercepat pengungkapan kasus ini (sul)

