Pojokkiri.com

Dewan Jatim : Perhatian Minim, Kondisi Madrasah Memprihatinkan 

Surabaya, Pojok Kiri.-

Kesamaan pendidikan antara swasta dan negeri khususnya di kalangan madrasah di kabupaten Banyuwangi tak merata.  Padahal keberadaan sekolah madrasah sangat diperlukan sekali di daerah tersebut.

 

Anggota DPRD Jatim Ahmad Hadinudin mengatakan, kondisi fasilitas dan prasarana di madrasah di Kabupaten Banyuwangi sangat tidak memadai. “ Banyuwang itu merupakan kawasan untuk investasi khususnya di sektor pariwisata dan lainnya. Tentunya harus ada keseimbangan dari pembentukan SDM di daerah tersebut.  Jika tidak memadai, tentunya hal ini berbahaya. Bisa jadi lapangan pekerjaannya bisa dikuasai orang di luar Banyuwangi,” jelasnya saat dikonfirmasi di Surabaya, senin lalu.

Politisi Gerindra ini menambahkan, pihaknya mengetuk Pemkab Banyuwangi untuk memperhatikan generasi muda yang sekolah di luar sekolah negeri.

”Ini sudah berapa tahun berjalan sejak Bupati Anas hingga pergantian bupati yang saat ini dijabat istri Anas, tak pernah sama sekali menyentuh keberadaan madrasah,” jelasnya.

 

Ahmad Hadinudin menjelaskan, jika ingin membangun Kabupaten Banyuwangi, tentunya  harus juga membangun masyarakat, terlebih ledakan pertumbuhan generasi muda di wilayah tersebut sangat tinggi.

“Ini sangat penting harus diperhatikan oleh kepala daerah di Banyuwangi,” jelasnya.

 

Untuk membangun Kabupaten Banyuwangi, kata Hadinudin, pihaknya memberikan estimasi perlu disiapkan anggaran Rp 25 Miliar per tahun dianggarkan oleh Pemkab Banyuwangi untuk pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana madrasah di wilayah tersebut akan tercukupi.

Untuk pembiayaan madrasah, kata Hadinudin, digunakan dana hibah di mana untuk memikirkan persyaratannya harus pemerintah bukan lembaga. “ Untuk memikirkan operasionalnya, lembaga itu sudah kalang kabut,” jelasnya.

Ahmad Hadinuddin turun ke salah satu wilayah dapil IV Kabupaten Banyuwangi. Tujuannya menyerap aspirasi masyarakat dan bertemu para konstituennya dalam rangka teses II tahun 2022.

Politikus kelahiran Jember 1979  asal Fraksi Partai Gerindra ini fokus memaaparkan pentingnya pendidikan bagi semua orang. Utamanya generasi muda sebagai pengembangan potensi diri dan jiwa nasionalisme.

“Pendidikan itu dapat dilakukan di mana saja, kapan saja. Bisa pendidikan formal di sekolah, maupun melalui pendidikan nonformal, seperti lembaga kursus, lembaga pelatihan,  kelompok belajar,” ujar Hadi -sapaan Ahmad Hadinuddin- saat melakukan reses keduanya di Dusun Sidotentrem, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi.
Menurut dia, generasi muda merupakan garda terdepan dalam membangun desa sebagai generasi penerus membangun bangsa. Maka itulah,  generasi muda sekarang ini harus memiliki kemampuan dan pengetahuan yang lebih luas untuk menyongsong perkembangan teknologi ke depannya.  (*)

Berita Terkait

Driver Ojol Gelar Aksi Damai 1000 Lilin di Depan Mapolda Jatim

Demi Beli Baju Lebaran Tukang Parkir Gasak Motor di Beberapa TKP

Ngaku Jual Sabu dengan Harga Bervariasi, Polisi Kejar (S) Pemasok