
Lamongan, Pojok Kiri.com- Niat hati ingin memperbaiki kipas angin yang sudah rusak, M.Sulton (15) santri asal Dusun Mencu RT 05 RW 05, Desa Bertahan Wetan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, malah tewas tersengat listrik, Sabtu (2/11/2024) siang di dalam lokasi Pesantrennya di Desa Parenggean, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan.
Akibatnya, warga dan penghuni Pesantren (PP) Nur Al-Anwar mengetahui berbondong-bondong ke lokasi kejadian. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat itu, korban M.Sulton bersama Aidin memperbaiki Blower Kipas Angin diatap lantai 3 Masjid Jamik Ponpes Nur Al-Anwar. Setelah itu saksi Aidin turun ke lantai 1 untuk mengambil alat mekaniknya.
Namun, sesampainya dilantai 1 terdengar suara orang terjatuh. Saksi Aidin, kemudian berlari ke lantai 3 dan mendapati korban M.Sulton berada dibawah dengan posisi terlentang.
Kepala menghadap ke timur dan tangan kiri memegang kabel. Melihat itu saksi Aidin berteriak ke teman pondok untuk menyuruh mencabut stop kontak yang terhubung dengan aliran listrik di blower.
Selanjutnya bersama dengan yang lainnya membawa korban ke UGD Klinik Muhammadiyah Parengan, dan dinyatakan telah meninggal dunia.
Kepolisian mengatakan bahwa keluarga korban menerima dengan ikhlas atas musibah tersebut dan menolak untuk dilakukan otopsi.
Hal itu disampaikan Kepala Kepolisian Sektor Maduran, Resort Lamongan, Inspektur Satu (Iptu) Sudianto.
“Dari pihak keluarga korban menerima dengan iklas musibah tersebut dan bersedia membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi,” ungkap Sudianto, Minggu (3/11) pagi.(lut)

