Pojokkiri.com

Kampung Batik Ceria Gundi Jadi Magnet Wisata Edukasi, Bambang Haryo Dorong Jadi Percontohan Surabaya

Bambang Haryo Soekartono mengunjungi Kampung Batik Ceria RW 4 Kelurahan Gundi Surabaya yang menjadi sentra batik dan destinasi wisata edukasi budaya.

Surabaya Pojokkiri.com – Kampung Batik Ceria di RW 4 Kelurahan Gundi, Kota Surabaya, terus menunjukkan perkembangan sebagai sentra batik sekaligus destinasi wisata edukasi budaya yang mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah hingga wisatawan mancanegara. Keberhasilan tersebut dinilai menjadi contoh nyata bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono saat mengunjungi Kampung Batik Ceria pada Rabu (29/7/2026). Menurutnya, kampung ini tidak hanya menghasilkan produk batik berkualitas, tetapi juga menghadirkan pengalaman edukatif mengenai sejarah, filosofi, hingga proses pembuatan batik kepada para pengunjung.

Bambang Haryo menuturkan bahwa Kampung Batik Ceria telah berkembang menjadi destinasi yang memiliki daya tarik kuat. Bahkan, kehadiran wisatawan dari luar negeri menjadi bukti bahwa kampung tersebut memiliki potensi besar sebagai ikon wisata budaya di Surabaya.

“Tempat ini bukan sekadar pusat produksi batik, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk mengenal proses membatik secara langsung. Kehadiran wisatawan, termasuk dari mancanegara, menunjukkan bahwa Kampung Batik Ceria memiliki daya tarik yang luar biasa dan layak terus dikembangkan,” ujar Bambang Haryo.

Dalam kunjungannya, Bambang Haryo juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surabaya beserta jajaran kecamatan, Kelurahan Gundi, LPMK, serta pengurus RW yang dinilai berhasil membangun kolaborasi bersama masyarakat.

Menurutnya, sinergi tersebut telah melahirkan lingkungan yang produktif, kreatif, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga setempat melalui pengembangan industri batik berbasis komunitas.

Ia menilai keberadaan Kampung Ceria menjadi nilai tambah yang semakin memperkuat identitas kawasan tersebut. Konsep itu, kata Bambang Haryo, memiliki kesamaan semangat dengan program “Kampung Lali Gadget” yang dikenal mampu mendorong anak-anak lebih aktif berinteraksi dan bermain di lingkungan sekitar.

Selain dikenal sebagai kampung batik, Kampung Batik Ceria juga menyediakan berbagai permainan tradisional seperti dakon, hulahop, egrang, dan permainan edukatif lainnya. Fasilitas tersebut sengaja dihadirkan untuk mengajak anak-anak kembali mengenal permainan warisan budaya sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gawai.

Bambang Haryo menilai permainan tradisional memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak. Selain meningkatkan aktivitas fisik, permainan tersebut juga mampu melatih kerja sama, sportivitas, kreativitas, hingga membangun karakter yang tangguh.

“Permainan tradisional memberikan ruang bagi anak-anak untuk bergerak lebih aktif, bersosialisasi, serta belajar nilai-nilai kebersamaan. Aktivitas seperti ini sangat baik untuk membentuk generasi yang sehat, disiplin, dan memiliki semangat berprestasi,” ungkapnya.

Ia berharap konsep Kampung Ceria dapat diterapkan di lebih banyak wilayah di Surabaya sehingga semakin banyak anak memperoleh ruang bermain yang sehat sekaligus mengenal kembali budaya lokal yang mulai ditinggalkan.

Lurah Gundi, Christiono, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kunjungan Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono ke Kampung Batik Ceria. Menurutnya, perhatian dari pemerintah pusat menjadi suntikan semangat bagi masyarakat untuk terus berinovasi dalam mengembangkan potensi kampung.

Christiono mengatakan keberhasilan Kampung Batik Ceria merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat yang selama ini berkomitmen menjaga budaya sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif berbasis batik.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Bambang Haryo Soekartono. Kehadiran beliau menjadi kebanggaan bagi warga RW 4 Kelurahan Gundi sekaligus memberikan motivasi agar kami terus mengembangkan Kampung Batik Ceria sebagai destinasi edukasi budaya yang semakin dikenal masyarakat luas,” tuturnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, Kampung Batik Ceria diharapkan terus tumbuh menjadi ikon wisata edukasi budaya di Surabaya yang mampu melestarikan warisan batik Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat (sul)

Berita Terkait

Denda Perda KTR Hingga 50 Juta, Pemkot Surabaya Gencar Sosialisasi

adminkiri01

Mahasiswa Untag Tingkatkan Kreativitas Editing Melalui Magang di Radio Mercury

Mobil Tabrak KA Commuter Line Blorasura di Surabaya, Jalur Sempat Tertutup