
Surabaya Pojokkiri.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat langkah nyata dalam menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi. Salah satunya melalui kegiatan Pasar Murah yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Jalan Bulak Banteng Kidul 43, Sidotopo Wetan, Surabaya, Rabu (3/9/2025).
Kehadiran Gubernur Khofifah bukan sekadar simbolis, tetapi untuk memastikan distribusi kebutuhan pokok, terutama beras, dapat dijangkau masyarakat hingga tingkat pemukiman. Menurutnya, pasar murah harus ditempatkan di lokasi yang benar-benar tepat sasaran.
“Untuk itu saya selalu berpesan jika membuka pasar murah, usahakan jauh dari pasar tradisional,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Harga Beras di Pasar Murah Lebih Murah dari HET
Dalam kesempatan itu, Khofifah menegaskan bahwa keberadaan pasar murah sangat penting, terlebih setelah Badan Pangan Nasional (Bapanas) menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium sebesar Rp13.000 per kilogram sejak 22 Agustus 2025.
Namun masyarakat tetap bisa bernapas lega, karena beras SPHP dijual di pasar murah dengan harga Rp12.000 per kilogram, bahkan di lokasi Bulak Banteng lebih murah lagi yaitu Rp11.000 per kilogram.
“Kita hadir di sini untuk memastikan kebutuhan sembako masyarakat dapat terpenuhi, terutama beras, karena beras menjadi kebutuhan yang paling banyak dikonsumsi keluarga,” tegas Khofifah.
Harga Sembako di Pasar Murah Bulak Banteng Surabaya
Kegiatan pasar murah ini tidak hanya menyediakan beras, tetapi juga berbagai kebutuhan pokok lain dengan harga lebih rendah dari HET resmi pemerintah. Rinciannya antara lain:
Beras SPHP HET Rp12.500/kg, dijual Rp11.000/kg.
Gula HET Rp16.000/kg, dijual Rp14.000/kg.
Minyak goreng kemasan “Minyak Kita” HET Rp16.000/liter, dijual Rp13.000/liter.
Selain menjual sembako murah, Gubernur Jatim bersama Bupati Sidoarjo juga menyalurkan beras gratis untuk para lansia di sekitar lokasi pasar murah sebagai bentuk perhatian dan kepedulian sosial.
Dengan terselenggaranya pasar murah ini, diharapkan masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah dinamika harga pangan.
“Stok yang aman dan distribusi yang lancar akan memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya dengan tenang,” tutup Khofifah (sul)

