Pojokkiri.com

Jelang Tahun Baru Harga “Cabe-cabean” Turun Harga

Maryani ibu rumah tangga menunjukkan cabe yang baru dibelinya di rumahnya di Perumahan Graha Indah Lamongan.(Pojok Kiri/Zainul Lutfi)

LAMONGAN, POJOK KIRI.com-Komoditas Cabai di Pasar Tradisional di Kota Lamongan jelang Natal dan Tahun Baru 2025 berangsur turun drastis. Pantauan Koran Harian Pojok Kiri Rabu (20/11/2024) penuruan harga terjadi pada cabai rawit dan cabai putih/sayur.

“Penurunan harga itu untuk cabai rawit dari Rp 22.000 sekarang menjadi Rp 20.000, cabai putih/sayur dari Rp 14.000, kini hanya Rp 13.000,” kata pedagang cabai di Pasar UPT Sidoharjo Lamongan, Luluk Mujiati.

Luluk Mujiati mengaku, penurunan harga salah satu bumbu dapur ini terjadi dalam pekan terakhir. Hal ini dipengaruhi daerah penghasil cabai dari Jawa Timur seperti Banyuwangi, Trenggalek dan Ponorogo sedang panen raya.

“Sekarang cabai jenis rawit, putih/sayur turun karena sekarang tengah panen raya dari daerah penghasil yakni Jawa Timur Banyuwangi, Trenggalek Ponorogo,” kata Luluk Mujiati.

Sementara cabai rawit dan cabai putih/sayur turun, namun jenis cabai merah besar justru mengalami kenaikan.

“Seperti cabai besar saat ini Rp 15.000 dari sebelumnya Rp 12.000 perkilogram ,” kata Luluk Mujiati.

Dia juga menjelaskan saat ini pasokan dari daerah penghasil Jawa Timur lancar, namun pihaknya lebih mengurangi pemesanan karena sepinya pembeli. Stok pengiriman dari biasanya 50 kg untuk semua jenis saat ini hanya 30 kg.

Salah seorang ibu rumah tangga, asal Perumahan Graha Indah mengatakan, bersyukur atas turunnya harga komoditas bahan pokok tersebut.

“Lagi turun, cabai turun,” kata Maryani yang juga pedagang mie di perempatan Tambakboyo, Lamongan.

Sebagai ibu rumah tangga dan pedagang Mie, Maryani mengatakan turunnya harga cabai, dapat membantu menekan biaya kebutuhan sehari-hari.

Terutama cabai, walau bukan kebutuhan pokok, tetapi bagi mereka bumbu dapur tersebut wajib tersedia ketika hendak memasak.

“Saya sebagai ibu rumah tangga dan pedang Mie, sangat senang dan bersyukur lah dengan turunnya harga cabai ini. Artinya merasa terbantu lah,” katanya.

“Semoga harga cabai rawit bisa terus bertahan di harga Rp 20 ribu per kilogram, sukur-sukur dibawah itu,” pungkasnya.(lut)