
Situbondo,pojokkiri.com
Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (02SN) Kabupaten Situbondo, disoal lantaran juri dinilai tidak adil. Kamis, (19/6/2025). Ajang olahraga tingkat pelajar SMP/MTS yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo, dikecewakan karena banyak pelanggaran saat penilaian peserta dalam pertandingan.
” Saya sangat kecewa dan prihatin atas insiden yang terjadi salam ajang 02SN Kabupaten Situbondo, yang diselenggarakan di SMP Negeri 5 Situbondo. ANR siswa yang mengikuti ajang olahraga tersebut perwakilan dari SMPN 1 Situbondo, harus puas secara paksa di posisi kedua akibat adanya dugaan ketidakadilan yang sangat mencolok dalam proses penilaian, “kata Mahfud keluarga ANR peserta 02SN.
Ia, mengaku pelanggaran peserta dalam pertandingan hanya dibiarkan tanpa adanya pengurangan nilai.
” Pelanggaran yang dilakukan oleh peserta lain dibiarkan tanpa pengurangan nilai, padahal pelanggaran tersebut terjadi di hadapan juri dan penonton. Lebih menyakitkan lagi, muncul dugaan adanya kedekatan antara atlet yang dimenangkan dengan pihak dewan pertandingan. Hal ini tentu mencoreng semangat fair play dan merusak kepercayaan publik terhadap sistem penilaian, ” terangnya.
Menurutnya, tudingan ketidakadilan dalam penilaian menguat setelah adanya ungkapan permintaan maaf dari ketua pertandingan.
” Yang lebih menguatkan dugaan tersebut, ketua pertandingan secara langsung meminta maaf. Permintaan maaf ini membuktikan bahwa memang telah terjadi ketidakwajaran dalam penilaian, itu tidak bisa dibiarkan begitu saja, ” ucapnya.
Mahfud, meminta kepada Disdikbud Kabupaten Situbondo, IPSI dan panitia O2SN untuk tidak tinggal diam.
“Saya mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo, IPSI setempat dan panitia O2SN untuk tidak tinggal diam. Harus ada evaluasi menyeluruh, investigasi terbuka, dan sanksi tegas terhadap pihak yang bermain-main dengan masa depan atlet muda. Kami tidak butuh permintaan maaf kosong, kami butuh keadilan nyata. Bila ketidakadilan ini dibiarkan, bukan hanya prestasi yang dirusak, tapi juga semangat anak-anak kita yang sedang tumbuh. Kami berharap agar keadilan ditegakkan dan ANR mendapatkan pengakuan atau penghargaan yang layak atas usahanya, ” pungkasnya.
Diketahui ANR (peserta) cabang olahraga pencak silat ini, sangat terpukul dan kecewa. Mentalnya terganggu karena dalam perjuangannya di pertandingan yang diikuti ratusan peserta, hasilnya tidak dihargai secara adil. Bukan sekedar soal medali, menurutnya soal integritas dan kejujuran dalam dunia olahraga. Sementara pihak penyelenggara O2SN Kabupaten Situbondo Tahun 2025, belum berhasil dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut. Adapun cabang olahraga yang diperlombakan diantaranya, cabor pencak silat, cabor karate dan cabor bulu tangkis.(Bersambung/Inul)

