Pojokkiri.com

Kelas Politiku Malang, Pemuda Katolik Jatim Dorong Politik Berkeadaban dan Demokratis

Malang, Pojokkiri.com –

Pemuda Katolik Jatim telah sukses menggelar pelaksanaan ‘Kelas Politiku Pemuda Katolik’ dengan tema “Bergerak Dari Altar ke Pasar: Merawat Politik dan Demokrasi yang Berkeadaban” yang diselenggarakan di SMAK St. Albertus (Dempo), Malang selama 2 hari yakni pada tanggal 7 – 8 Februari 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum kaderisasi politik berkeadaban, menghadirkan narasumber nasional dan lokal, serta menegaskan pentingnya implementasi ilmu dalam kehidupan sosial-politik masyarakat.

Seminar dihadiri ratusan umat Katolik, organisasi lintas iman, serta Komisariat Daerah Pemuda Katolik se-Jawa dan Lampung.

Hadir pula Vikaris Jenderal Keuskupan Malang Rm. Ignasius Adam, Pr., Rm. Joko Purnomo, O.Carm., Dewan Pembina Pemuda Katolik Komda Jatim, serta Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin.

Ketua Umum Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, menegaskan bahwa kader harus menjadi agen perubahan sosial dengan mengedepankan nilai keadaban, “politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan jalan pelayanan,” ujarnya, Sabtu (07/02/2026).

Sementara itu, Christophorus Suryo, Ketua Komda Jatim, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kolaborasi dengan Keuskupan Malang, Pemda Kota Malang, dan Komcab Malang.

Ia berharap setelah acara ini, kader Pemuda Katolik di Malang dan sekitarnya melanjutkan kolaborasi tersebut, “kaderisasi harus berkelanjutan, bukan berhenti di satu acara,” ujarnya.

Kehadiran Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap kaderisasi politik berkeadaban.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa politik harus menjadi ruang pengabdian, bukan sekadar perebutan kepentingan, “politik semestinya menjadi ruang pengabdian, bukan menjadi ruang dalam berebut kepentingan,” tegasnya.

Setelah seminar, kegiatan berlanjut dengan Kelas Politiku yang diikuti kader-kader Pemuda Katolik. Narasumber seperti Abdul Warits (Ketua Bawaslu Jatim), Rm. Dr. Yustinus CM, Yuventia (Dosen Universitas Negeri Malang), dan Benny Sabdo (Anggota Bawaslu DKI Jakarta) memberikan materi mendalam tentang politik, demokrasi, dan moralitas sosial.

Pelaksanaan Kelas Politiku Malang menghadirkan narasumber lintas disiplin yang memperkaya wawasan kader.

Rm. Yohanes K. Jeharut, Sekretaris Eksekutif Komisi Kerawam KWI, menekankan pentingnya keterlibatan umat Katolik dalam politik sebagai wujud iman yang hidup.

Prof. A. Ramlan Surbakti, pakar kepemiluan, menguraikan tantangan demokrasi Indonesia dan perlunya pengawasan ketat terhadap proses pemilu. Ia menegaskan bahwa demokrasi berkeadaban harus dimulai dari kesadaran individu.

Dalam sesi kelas, Abdul Warits menekankan peran Bawaslu dalam menjaga integritas demokrasi. Ia mengingatkan bahwa pengawasan bukan hanya tugas lembaga, tetapi juga masyarakat sipil.

Yuventia mengajak peserta memahami politik dari perspektif akademis, menekankan pentingnya riset dan analisis dalam membaca dinamika sosial.

Benny Sabdo menambahkan pengalaman praktis pengawasan di DKI Jakarta, memberi gambaran nyata tentang dinamika politik lokal, “kader harus siap menghadapi kompleksitas politik di lapangan,” pungkasnya.

Kehadiran narasumber lintas disiplin ini memperkaya wawasan kader, menghubungkan teori dengan praktik, serta menegaskan bahwa politik adalah ruang pelayanan publik.

Nurita Yuliati, Wakil Ketua Bidang Politik dan Kepemiluan Pemuda Katolik Jatim yang juga Ketua SC acara ini menambahkan Kelas Politiku menjadi ruang belajar sekaligus ruang refleksi bagi kader. Mereka diajak memahami politik sebagai ruang pelayanan, bukan sekadar perebutan kekuasaan, “kader-kader yang lulus akan kami temani dalam pertemuan kecil sebagai bentuk tindak lanjut, sehingga kapasitas mereka terus terjaga,” katanya.

Kelas Politiku Malang ini menjadi momentum penting bagi kader Pemuda Katolik untuk memperkuat kapasitas politik berkeadaban. (mar)

Berita Terkait

Seminar Nasional Hari Anti Korupsi Sedunia 2024: Sinergi untuk Indonesia Bersih dan Berintegritas

sukoto pojokkiri.com