Pojokkiri.com

Kinerja DLH Lamongan Amatiran, Krisis Penanganan Sampah Masih Terjadi

Lautan sampah di TPA Tambakrigadung, Kecamatan Tikung Lamongan.(Pojok Kiri/Zainul Lutfi)

LAMONGAN, POJOK KIRI.com-Tumpukan sampah menggunung di beberapa tempat penampungan sementara (TPS) di Kecamatan/Kabupaten Lamongan. 18 titik TPS yang disediakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan rupanya belum mampu menampung sampah yang dihasilkan warga di kota soto tersebut.

Ceceran sampah di TPS menjadi pemandangan rutin bagi warga yang melintas di tempat pembuangan sampah sementara (TPS) Pasar Burung Lamongan.

Aroma dari ceceran sampah di TPS yang tak jauh dari Pasar Burung dan RSUD Lamongan itu pun tak kalah mengganggu bagi pengendara yang melintas.

Kondisi yang mengganggu kenyamanan ini tak hanya terjadi di lokasi itu saja, TPS lain Jalan Pahlawan depan Pasar Sidoharjo pun tak kalah mengganggu.

Permasalahan pengelolaan sampah ini pun menjadi keluhan masyarakat. Di antaranya Rahmadani, pemuda Kelurahan Temenggungan Lamongan.

“Tingginya produksi sampah yang tidak di barengi dengan pengelolaan TPS yang baik membuat sejumlah titik TPS di Kecamatan Lamongan mengalami overload. Sampah-sampah yang berserakan ini menimbulkan bau busuk dan menganggu masyarakat,” kata Dani.

Ia bersama warga lain berharap masalah ini mendapat perhatian lebih dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan. Menuntut pengangkutan sampah di seluruh TPS Kecamatan Lamongan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan menambah jumlah titik TPS baru.

“Permasalahan ini sudah lama terjadi, masyarakat sudah sering mengeluh kepada beberapa pihak terkait tetapi belum juga ada tindak lanjut penyelesaian. DLH sebagai kedinasan yang bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Lamongan harusnya bisa mengevaluasi kinerjanya,” keluhnya.

Problem serupa juga terjadi pada Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Tambakrigadung juga mengalami problem sama. Bau menyengat sampah kerap kali mengganggu warga yang tinggal tak jauh dari lokasi tersebut.

Seperti Rohmad (39) warga Perumahan Graha Indah Tambakboyo itu mengaku, akhir-akhir ini bau menyengat sampah semakin sering tercium.

Hal ini pula membuatnya kadang merasa geram, sebab bau busuk itu kadang mengganggu penciuman.

“Kalau sekarang sering hujan kan, terus angin kencang, wah itu setiap malam dari rumah mulai tercium bau masam. Kami padahal jaraknya lumayan jauh tapi TPA itu sudah menguap jadi baunya terbawa angin kemana-mana,” ujar Rohmad kepada Pojok Kiri, Selasa (19/11/2024).

Senda dengan Rohmad, Munip (25) warga Tuwiri juga mengaku hal sama, dari rumah di kawasan Tuwiri kerap kali tercium bau masam menyengat.

“Setiap kami pulang naik motor pas musim hujan nih, wah itu bau masam langsung nusuk ke hidung. Pengen marah tapi marah ke siapa gitu,” tegas Munip.

Dia mengaku, pernah mendatangi langsung TPA Tambakrigadung sebab penasaran seperti apa sampah yang meluap mengeluarkan bau sampai ke jalan tersebut.

“Pas saya datengin, ternyata sampahnya udah menggunung. Ya wajar kalau gitu jadi bau busuk kemana-mana,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamongan Andy Kurniawan saat dihubungi Wartawan Koran Harian POJOK KIRI terkait penanganan permasalahan sampah tersebut, PONSELNYA sedang tidak aktif.(lut)