
Lamongan, Pojokkiri.com-Taman Telaga Bandung yang terletak di Jalan Andanwangi, Desa Bandung, Kecamatan Lamongan, kini tengah menjadi sorotan. Meski dikenal sebagai salah satu sumber oksigen atau “paru-paru” hijau di tengah pengapnya pusat Kota Soto, kondisi tempat wisata gratis ini terpantau tidak terawat.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin (11/5) pagi, dua danau yang mengapit area taman nampak kotor dan dipenuhi gulma (lepok). Tak hanya itu, sejumlah tonggak kayu terlihat menancap semrawut di dalam danau, yang mengurangi estetika kawasan wisata tersebut.
Kondisi fasilitas umum pun tak kalah memprihatinkan. Kamar mandi untuk laki-laki maupun perempuan tidak berfungsi optimal lantaran air tidak mengalir. Selain itu, belasan gazebo yang disediakan untuk tempat bersantai pengunjung nampak miring atau doyong, serta beberapa bagian pembatas taman terlihat roboh.

Meski fasilitas fisiknya mulai rusak, sisi vegetasi di taman ini masih menjadi daya tarik utama. Pohon-pohon di lokasi tumbuh sangat subur dan rimbun, menjadikannya rumah bagi berbagai burung endemik Lamongan seperti trucukan, kutilang, hingga perkutut. Hal inilah yang membuat suasana taman tetap terasa sejuk dan nyaman.
Agus Budianto, salah satu pengunjung sekaligus mahasiswa Universitas Islam Lamongan (Unisla), mengaku sering menjadikan taman ini sebagai tempat berkumpul dan mengerjakan tugas kuliah karena aksesnya yang gratis.

“Habis kuliah langsung ke sini sama teman-teman. Sambil cari inspirasi kerjakan tugas makalah di gazebo,” ujar Agus sambil menunjukkan laptopnya.
Meski betah, Agus berharap instansi terkait segera turun tangan melakukan pembenahan. Ia menyoroti keamanan gazebo yang miring agar tidak membahayakan pengunjung, serta perbaikan kran air di toilet.
“Harapannya gazebo diperbaiki supaya tidak ambruk. Lalu WC juga penting, kran airnya harus nyala. Kalau bisa, tambah fasilitas WiFi gratis biar mahasiswa seperti kami makin semangat mengerjakan tugas di sini,” pungkasnya.

Taman Telaga Bandung sebenarnya memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alternatif di jantung kota. Namun, tanpa perawatan intensif dari pemerintah setempat, aset hijau ini dikhawatirkan akan terus mengalami kerusakan fisik.(lut)
Editor: ZAINUL LUTFI
Sumber: www.pojokkiri.com dan Koran Harian Pagi Pojok Kiri

