
Lamongan, Pojok Kiri.com- Seorang buruh tani asal Dusun Berasan RT 01 RW 03, Desa Kemlagilor, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan meninggal mendadak di areal pertambakan, Sabtu (21/12/2024) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.
Diketahui buruh tani tersebut bernama Suradi (47) meninggal mendadak di areal pertambakan milik Ahmad Munawir (50) di Desa Karangan Agung, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Kapolres Lamongan AKBP Bobby Adimas Condro Putro yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Glagah Iptu Bambang Siswoyo, S.H, menjelaskan kronologi laporan meninggalnya korban Suradi tersebut.
“Pada hari Sabtu tanggal 21 Desember 2024 sekitar pukul 07.00 Wib. Korban Suradi sekitar pukul 07.00 WIB bekerja di tambak milik Ahmad Munawir di desa Karangan Agung, Kecamatan Glagah,” ujar Iptu Bambang Siswoyo kepada Pojok Kiri melalui sambungan teleponnya, Minggu (22/12/2024).
Selanjutnya sekitar pukul 07.30 WIB, saudara Ahmad Munawir pemilik tambak mengirim makan pagi ke pekerja tambak. Namun korban Suradi berpamitan kepada temanya yang bernama Askari dan Rohman tidak ikut makan karena kurang enak badan.
Korban Suradi, kemudian melanjutkan pekerjaannya memperbaiki pematang tambak dengan teplok galeng dengan tangan.
“Tak lama setelah itu korban terhuyung dan terjatuh. Melihat itu rekan korban Askari dan Rohman menolong korban dengan cara diangkat ke bahu jalan dalam kondisi korban tidak sadarkan diri,” ungkapnya.
Selanjutnya, kejadian itu oleh Askari dan Rohman dilaporkan ke pemilik tambak dan pemilik tambak langsung menghubungi petugas medis Puskesmas Glagah.
“Selanjutnya petugas medis datang kelokasi untuk mengevakuas korban ke puskesmas Glagah. Namun sayangnya, dalam perjalanan menuju puskesmas Glagah, korban keburu menghembuskan nafas terakhirnya,” tambahnya.
Dari hasil pemeriksaan tim medis, diduga kuat korban meninggal akibat sakit. Setelah dilakukan identifikasi oleh petugas dari Puskesmas Glagah tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Jenazah Suradi langsung dibawa ke rumah duka di Desa Kemlagi Lor, Kecamatan Turi, Lamongan untuk dimakamkan. Pihak keluarga pun mengaku sudah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.(lut)

