
Lamongan, Pojok Kiri.com- Lemahnya daya beli masyarakat yang dirasakan saat ini, menyebabkan omset atau pendapatan para pelaku usaha turun dengan rata rata hingga 50 persen.
Hal itu diakui Rissyah, salah satu pemilik usaha Warung Makan di kawasan Jl. Kombespol M Duryat Lamongan.
Rissyah kepada Pojok Kiri menuturkan sejak awal tahun kemarin melakoni usahanya, baru tahun ini Ia merasakan pendapatannya jauh menurun. Ibu satu anak ini meyakini jika hal ini disebabkan lemahnya daya beli masyarakat.
“Luar biasa anjlok Mas. Saya disini udah tahunan menjalani usaha, ini yang paling terasa luar biasa. Bahkan omzet bisa merosot sampai 50 persen selama 4 bulan berjalan di tahun 2025 ini, ” ucapnya.
Rissyah menambahkan seperti yang diketahui untuk di Lamongan roda perekonomian memang berharap dari pertumbuhan ekonomi. Jika di pertumbuhan ekonomi warga macet, pasti masyarakat terutama para pelaku usaha juga akan merasakan dampaknya.
Rissyah berharap untuk kedepannya, Pemerintah Daerah dapat memberi solusi terkait peningkatan sektor perekonomian didaerah. Ekonomi masyarakat dapat pulih bahkan meningkat jika pendapatan masyarakat juga lebih baik.
Pengakuan dari Rissyah tersebut juga terkonfirmasi kepada beberapa pelaku usaha di Kabupaten Lamongan. Dari yang ditemui Pojok Kiri, mulai dari pelaku usaha sablon hingga onderdil kendaraan sepeda motor juga mengeluhkan hal yang sama. Yakni perekonomian sedang sulit, sepi pembeli.(lut)

