
Lamongan, Pojok Kiri.com- Penjualan kasur kapuk yang dibuat secara tradisional di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur terus mengalami penurunan disaat bermunculan kasur springbed yang mentul-mentul.
Salah seorang perajin dan penjual kasur kapuk, Muksin saat menjajakan dagangannya di sebuah perumahan di Lamongan, mengatakan jika sebelumnya dapat menjual dua hingga tiga kasur kapuk dalam satu pekan, kini menjual satu kasur kapuk saja sangat sulit setiap pekannya.
“Sekarang menjual satu kasur atau bantal saja sulit, permintaan kasur dan bantal dari kapuk terus menurun,” ujarnya.
Ia mengaku berbagai upaya dilakukan agar dapat menjual kasur buatannya, mulai dari menjual keliling dengan sepeda, motor hingga becak motor (bentor).
“Agar peluang ada yang beli semakin besar, kita membawa dagangan hingga ke wilayah perkotaan Lamongan, seperti saat ini, “ungkap warga Kedungpring ini, Minggu (10/11/2024).
Sementara itu, dia menambahkan, harga bahan baku kapuk terus naik.
“Saat ini harga satu karung menjadi Rp135 ribu, sebelumnya hanya Rp100 ribuan saja,” kata dia.
Ia berharap pada pemerintah terkait, para perajin kasur kapuk yang telah puluhan tahun berproduksi itu mendapatkan bantuan modal agar dapat terus membuat produk mereka.
Harga kasur kapuk di Kabupaten Lamongan dijual mulai dari harga Rp 250 untuk ukuran 1,5 x 2 meter, satu buah bantal Rp 25 ribu, satu buah guling Rp 35 ribu dan satu paket Rp 300 ribu.(lut)

