
Banyuwangi, Pojok Kiri.com,-Kabupaten Banyuwangi memiliki wilayah potensi perikanan yang meliputi penangkapan dan budidaya. Potensi penangkapan yang meliputi selat Bali yang luasnya ± 960 mil² dengan pusat pendaratan ikan di Muncar, Wongsorejo, Kalipuro, Banyuwangi, Kabat, Blimbingsari, Rogojampi, Tegaldlimo dengan hasil ikan lemuru (Sardinella lemuru) yang dominan hamper 80% total produksi yang didaratkan pertahun, serta samudra Indonesia yang meliputi Purwoharjo dan Pesanggaran dengan dominasi ikan dasar (demersal) disamping ikan pelagis. Untuk membantu para nelayan mendaratkan ikan dan pemasarannya pemerintah telah menyediakan sarana dan prasarana berupa Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Demikian pula terdapat potensi pantai sepanjang 175,8 Km merupakan lahan potensial bagi budidaya air payau/tambak.

Selain potensi perikanan tangkap, potensi budidaya juga cukup besar yaitu budidaya laut dengan komoditas udang lobster, kerapu dan kerang mutiara. Budidaya air payau dengan komuditas udang vanamei, kerapu, kepiting dan lain-lain serta budidaya ait tawar dengan komoditas lele, koi tombro,tawes dan lain-lain. Untuk memenuhi kebutuhan benih ikan air tawar juga terdapat Balai Benih Ikan yaitu BBI Kabat dan BBI Genteng.

ke Jepang dan Thailand.
Pada bulan lalu, tepatnya tanggal 30 September 2024, Kabupaten Banyuwangi melakukan ekspor perdana tuna kaleng ke Kanada. Nilai kontrak ekspor untuk jangka waktu enam bulan ke depan senilai 10 juta dollar AS atau setara Rp 151 miliar.
Ekspor dilakukan oleh PT Pasifik Masami Indonesia, perusahaan ikan dalam kaleng yang sebelumnya telah mengekspor produk ke berbagai negara. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melepas secara langsung ekspor tersebut dari Banyuwangi, Senin (30/9/2024).

Trenggono mengatakan, pemerintah akan terus mendukung upaya proses ekspor produk perikanan seperti tuna dalam kemasan kaleng. Saat ini, pemerintah tengah memperbaiki sistem hulu untuk mendukung sisi hilir. “Sehingga di hilir akan lebih haik dan berkelanjutan,” kata Trenggono.
KKP, kata dia, telah menyiapkan tempat pembudidaya ikan tuna yang bagus di berbagai daerah. Hasil penelitian kementerian, daerah-daerah yang potensial untuk dijadikan tempat budidaya ikan tuna salah satunya berada di Kabupaten Biak, Papua.
Trenggono menyampaikan, pemerintah akan melakukan uji coba awal proses pembudidayaan ikan tuna tersebut. Setelah dirasa berhasil, pihaknya akan mendorong pihak-pihak swasta untuk terjun di sisi hilir industri perikanan tersebut. “Biarkan kami pemerintah melakukan uji coba terlebih dulu,” lanjutnya.(Gat)

