Pojokkiri.com, – SAMPANG – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Zyn Sampang secara terbuka melakukan tinjau ulang terhadap standar pelayanan publik melalui Forum Konsultasi Publik (FKP). Langkah ini diambil untuk menyelaraskan prosedur medis dan administratif dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Humas RS dr. Moh. Zyn, Amin Jakfar Sadik, menyatakan bahwa forum ini menjadi jembatan strategis agar setiap standar pelayanan tetap relevan dengan ekspektasi warga. Pertemuan ini dihadiri sedikitnya 180 peserta, mulai dari jajaran internal, Dinas Kesehatan, tokoh masyarakat, akademisi Poltera, hingga perwakilan LSM dan insan pers.

Sementara Direktur RSUD dr. Moh. Zyn, dr. Bhakti Setiyo Tunggal, M.Kes., memaparkan bahwa pihaknya kini menetapkan tolok ukur waktu pelayanan yang jelas di unit-unit vital seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Laboratorium. Hal ini bertujuan agar pasien mendapatkan kepastian terkait durasi penanganan.
“Tujuannya adalah adanya kesepakatan antara kami selaku penyedia layanan dan masyarakat selaku pengguna, agar semuanya klop,” tegas dr. Bhakti. Ia menambahkan bahwa standar tersebut tidak bersifat kaku dan akan dievaluasi setiap tahun berdasarkan kritik serta saran publik.
Meski mengantongi skor Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang tinggi di angka 94%, manajemen RSUD dr. Moh. Zyn memilih untuk bersikap transparan terhadap kendala lapangan. Dua isu krusial yang menjadi catatan dalam diskusi adalah:
Efisiensi Antrean: Keluhan masyarakat masih didominasi oleh waktu tunggu pada unit Rawat Jalan.
Kapasitas Fasilitas: Dengan rata-rata 600 pasien rawat jalan per hari (belum termasuk pengantar), kapasitas ruang tunggu saat ini dinilai sudah tidak representatif dan mendesak untuk dikembangkan.
Menanggapi kehadiran mayoritas aktivis LSM dan wartawan, dr. Bhakti menilai peran mereka sangat krusial sebagai mitra edukasi publik, terutama dalam mensosialisasikan syarat administrasi seperti penggunaan BPJS Kesehatan. Sebagai bentuk komitmen akuntabilitas, acara ditutup dengan penandatanganan kesepakatan bersama.
Manajer Pelayanan Pasien (MPP) RSUD dr. Moh. Zyn, Salman Farisi, menegaskan bahwa seluruh masukan dari peserta akan menjadi landasan utama perbaikan mutu. “Dengan evaluasi berkala, kami berharap pelayanan kesehatan di Sampang semakin optimal dan responsif terhadap kebutuhan warga,” pungkasnya.(Man/F-R)

